Praktik Baik: Desa Layak Anak sebagai Pendekatan Penanggulangan Pekerja Anak 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

“Prioritas pembangunan saat ini di era periode kedua pemerintahan Jokowi adalah pembangunan sumberdaya manusia. Desa harusnya menjadi lokus utama pembangunan sumberdaya manusia tersebut,” kata Abertnego Tarigan, Deputi II Kantor Staf Presiden dalam sambutannya di acara Berbagi Praktik Baik Pengembangan Desa Layak Anak yang diselenggarakan oleh PAACLA Indonesia secara hybrid. Lebih lanjut Abertnego Tarigan sangat mengapresiasi sekali apa yang hari ini dilakukan oleh JARAK dan PAACLA Indonesia untuk menanggulangi pekerja anak di sektor pertanian, yang keberadaannya lebih banyak di wilayah desa. Maka pendekatan Desa Layak Anak sebagai strategi penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian sangat tepat. Program ini harus terintegrasi dengan kebijakan pembangunan desa melalui Musyawarah Desa, ada dukungan kebijakan dan anggaran di desa. Karena tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG’s saat ini menitikberatkan pada desa sebagai lokus.

Hal senada juga disampaikan oleh Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Titi Eko Rahayu, bahwa ada tambahan Tujuan SDG’s dalam SDG’s desa yaitu tujuan ke 18 tentang Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan. Dalam SDG’s desa ini, Kementerian PPPA mendorong penguatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di desa. Titi Rahayu yang didaulat untuk memberikan tanggapan atas pencapaian pembangunan desa layak anak di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat dalam Program KESEMPATAN juga mendukung sinergitas semua pihak, agar masalah-masalah krusial yang dihadapi perempuan dan anak, terutama di sini masalah pekerja anak di desa dapat secepatnya dituntaskan.

Selain Abertnego dan Titi Rahayu, kegiatan berbagi praktik baik juga ditanggapi oleh multipihak secara daring, antara lain perwakilan dari Kementerian Desa dan PDT, GAPKI, PT. HMS, PT.ULT dan pihak-pihak lainnya yang memberikan apresiasi. Kegiatan Berbagi Praktik Baik ini diawali dengan Penyampaian Suara Anak dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat, Sambutan Direktur JARAK, Achmad Marzuki, Sambutan Direktur PNKPA-Kemnaker, Asep Gunawan, dan penjelasan tentang pendekatan desa layak anak oleh Andi Akbar, Program Manajer KESEMPATAN. Sementara itu testimoni tentang praktik baik di desa diwakili dari Desa Dawuhan Mangli, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Bapak Kades Rudik Zainuddin,S.E. dan perwakilan dari Gugus Tugas Desa Layak Anak Desa Sengkerang, Lombok Tengah-NTB, Bapak Dapsun S.Pdi.

Kegiatan ditutup oleh Direktorat Ketenagakerjaan BAPPENAS yang diwakili oleh Sri Roshidayati, S.Kom, ME dalam sambutan penutupan tersebut BAPPENAS selaku koordinator nasional PAACLA Indonesia mengharapkan apa yang sudah dicapai mari kita rawat, apa yang sudah terbentuk terus dibina dan dikembangkan, dan yang belum ada mari diupayakan bersama-sama.

Terima kasih kepada tim Seknas PAACLA Indonesia, JARAK, LPKP, SANTAI, Kementerian/lembaga terkait, perusahaan dan pihak-pihak yang telah mendukung program ini.

Jakarta, 26 November 2020

(Tim PAACLA Indonesia)