Minggu Gembira: Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 2024
4 July 2024
Suara dan Harapan Forum Anak Desa dalam Penanggulangan Pekerja Anak | #PAACLATALK
22 July 2024
Minggu Gembira: Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 2024
4 July 2024
Suara dan Harapan Forum Anak Desa dalam Penanggulangan Pekerja Anak | #PAACLATALK
22 July 2024

Memperkuat Arah dan Upaya Penanggulangan Pekerja Anak di Pertanian di Indonesia Melalui SC Meeting PAACLA Indonesia

Jakarta – Perjalanan PAACLA Indonesia dalam upaya mendorong penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian memerlukan langkah-langkah untuk memperkuat aksi-aksi kolaboratif yang sedang dan akan dilakukan. Penguatan aksi-aksi kolaboratif ini diarahkan untuk menyusun standar praktik ketenagakerjaan tentang pekerja anak di sektor pertanian yang memiliki peluang besar untuk diterapkan. Standar ini dinilai strategis untuk didorong menjadi acuan bagi pemerintah, sektor bisnis, petani, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan tidak adanya pekerja anak di pertanian.

Dalam rangka mendorong percepatan peluncuran standar praktik ketenagakerjaan tentang pekerja anak di sektor pertanian ini,  PAACLA Indonesia menyelenggarakan pertemuan reguler Steering Committee (SC) pada 25 Juni 2024, di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus Komite Pengarah dan anggota PAACLA Indonesia dari sektor pemerintah, perusahaan, dan OMS yang berada di Jakarta.

Pertemuan SC yang dibuka oleh Direktur Ketenagakerjaan PPN/BAPENAS sekaligus Koordinator PAACLA Indonesia yang memberikan pesan pengingat bahwa luasnya cakupan pertanian Indonesia berpotensi memberikan kontribusi dan menjadi target pekerja anak yang besar pula. Sehingga perlu komitmen dan kontribusi dari peserta pertemuan hari ini untuk mengakhiri pekerja anak dan memberikan dampak positif bagi Indonesia dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045.

Dalam pertemuan ini, ECLT Foundation, sebuah Yayasan yang berkantor pusat di Genewa, berkesempatan hadir memberikan komitmen dan dukungannya kepada PAACLA Indonesia dan juga para pemangku kepentingan di Indonesia. “Kami percaya bahwa di Indonesia sudah berada di arah yang tepat dengan kemitraan antara perusahaan, asosiasi juga pemerintah dan OMS, kami berharap terus berlanjut saling bekerjasama dengan beragam kegiatan melalui berbagi data dan informasi yang relevan guna menunjang penanggulangan pekerja anak” tegas Roi Fernandez Agudo selaku Program Manager ECLT.

ECLT Foundation telah mendukung kegiatan dan upaya penanggulangan pekerja anak dari tahun 2019 yang bermitra dengan JARAK melalui program KESEMPATAN yang telah selesai tahun 2022. Salah satu keluaran dari Program KESEMPATAN ini adalah terbentuknya PAACLA Indonesia sebagai sebuah kemitraan formal untuk menanggulangi pekerja anak di pertaninan. Dukungan ECLT ini dilanjutkan dengan memberikan dukungan untuk pelaksanaan Program ACCLAIM yang akan berakhir di Desember 2025.

Pembahasan pertama yang disampaikan dalam pertemuan SC ini oleh Andi Akbar selaku Kepala Seknas PAACLA Indonesia adalah terkait dengan paparan kegiatan yang dilakukan oleh PAACLA Indonesia selama tahun 2023-2024, diantaranya: 

  1. Asesmen kebijakan dan praktik tentang Penghapusan Pekerja Anak oleh Sektor Bisnis di Sektor Pertanian di Indonesia.
  2. Lokalatih pengembangan kolaborasi dengan sektor bisnis.
  3. Uji coba Child Labour Monitoring and Remediation Systems (CLMRS).
  4. Kegiatan peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak (HDMPA) di tahun 2024. 
  5. Fasilitasi penyusunan Panduan Praktik Ketenagakerjaan untuk Penanggulangan Pekerja Anak Bagi Perusahaan dan Rantai Pasok di Sektor Pertanian.
  6. Bekerja sama dengan GAPKI dan PT. Austindo Nusantara Jaya untuk kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan pekerja anak. 
  7. Penjajakan rencana intervensi penanggulangan pekerja anak di sub sektor perikanan dan kakao.

Menanggapi kegiatan yang telah dilakukan oleh PAACLA Indonesia, Misran Lubis selaku Manajer Proyek ACCLAIM menyampaikan upaya yang telah dilakukan oleh PAACLA Indonesia ini memiliki rencana aksi by data. Salah satunya dengan dikembangkannya aplikasi tola data untuk menghimpun data jumlah pekerja anak dari sektor perusahaan dan OMS. Selain itu, melalui Proyek ACCLAIM yang sedang dijalankan ini, PAACLA Indonesia berupaya untuk menyusun standar praktik ketenagakerjaan mengenai pekerja anak di sektor pertanian. Melalui pertemuan ini, Komite Pengarah memberikan masukan dan arahan untuk pelaksanaan agenda-agenda PAACLA Indonesia yang sedang dan akan dilakukan. 

Beberapa arahan dan masukan dalam pertemuan ini diberikan oleh para peserta pertemuan ini seperti, PAACLA Indonesia diharapkan dapat meng-address isu global dan melakukan kampanye secara global untuk kegiatan. Selanjutnya penyusunan panduan Praktik Ketenagakerjaan Untuk Penanggulangan Pekerja Anak bagi Perusahaan dan Rantai Pasok di Sektor Pertanian diharapkan dapat melibatkan stakeholders yang lebih luas tidak hanya terbatas pada yang sudah menjadi anggota PAACLA Indonesia. Dengan melibatkan banyak pihak dalam penyusunan panduan ini diharapkan dapat mempermudah untuk proses sosialisasi ke depan. (VBL_Mia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *