Kolaborasi HUKATAN untuk Pertanian Tanpa Pekerja Anak | #PAACLATALK
24 September 2024
ACCLAIM Project: Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Tanpa Pekerja Anak | #PAACLATALK
21 October 2024
Kolaborasi HUKATAN untuk Pertanian Tanpa Pekerja Anak | #PAACLATALK
24 September 2024
ACCLAIM Project: Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Tanpa Pekerja Anak | #PAACLATALK
21 October 2024

Dari Desa untuk Anak: Memperkuat Pemantauan Pekerja Anak di Sektor Pertanian

Upaya penghapusan pekerja anak di sektor pertanian di Indonesia selalu dilakukan melalui berbagai pendekatan yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Dalam hal ini PAACLA Indonesia dalam program ACCLAIM, berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat desa dan pemangku kepentingan mengenai isu pekerja anak, serta memperkenalkan sistem pemantauan dan remediasi pekerja anak di tingkat desa. Oleh karena itu, PAACLA Indonesia mengadakan sosialisasi proyek percontohan sistem pemantauan dan remediasi pekerja anak berbasis desa bersama dengan Yayasan SANTAI yang juga sebagai fasilitator daerah dalam program ACCLAIM. 

Untuk meningkatkan efektivitas penanganan pekerja anak, proyek percontohan SPRPA hadir dengan tujuan memperkuat sistem rujukan pemerintah melalui penerapan zona bebas pekerja anak. Proyek ini juga bertujuan untuk menguji model pemantauan dan remediasi pekerja anak yang dirancang secara efisien, dengan fokus pada penyediaan layanan yang tepat sasaran. Sistem ini tidak hanya menangani kasus pekerja anak secara umum, tetapi juga menyesuaikan intervensi dengan akar masalah yang diidentifikasi di tingkat desa dan kabupaten, sehingga solusi yang diberikan lebih relevan dan efektif.

Sosialisasi yang dilakukan di Desa Genggelang (25/09/2024) dan Desa Selelos (26/09/2024) Lombok Utara dihadiri oleh Sekdes, BPD, Kelompok Tani, KWT, Gapoktan, Pendidik, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, NGO, dan juga Anak. Di desa Genggelang, Bapak Sekretaris Desa mengucapkan terima kasih atas hadirnya program ACCLAIM di desanya. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya langkah-langkah berkelanjutan dalam mengatasi pekerja anak, terutama melalui penerapan roadmap pekerja anak dan kebijakan yang telah disusun oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam sosialisasi ini, diperkenalkan Pemahaman tentang Hak Anak dan Pekerja Anak disampaikan secara langsung oleh Direktur Eksekutif JARAK, Maria Clara Bastiani dan juga diperkenalkan terkait Pendekatan penanggulangan pekerja anak melalui Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak di desa Genggelang/Selelos, oleh Misran Lubis Proyek Manajer ACCLAIM. 

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta yang berharap sistem ini bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi pekerja anak di wilayah Lombok Utara. Kepala Desa Selelos menyatakan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif ini dan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.

Selain pemaparan dari narasumber, kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan diskusi kelompok antara peserta dan narasumber. Diskusi ini berfokus pada langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh desa untuk mengurangi pekerja anak, termasuk pembentukan PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) dan Forum Anak, yang akan menjadi wadah bagi anak-anak desa untuk terlibat dalam perlindungan hak-hak mereka.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan harapan bahwa Desa Genggelang dan  Desa Selelos dapat menjadi percontohan dalam pelaksanaan sistem pemantauan pekerja anak di tingkat desa. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga, diharapkan jumlah pekerja anak di Kabupaten Lombok Utara dapat terus menurun, dan kabupaten ini dapat meraih predikat Kabupaten Layak Anak yang lebih tinggi di masa mendatang. (VBL_Mia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *