
PEMBERIAN PAACLA AWARD 2025 KEPADA PERUSAHAAN PEDULI PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI SEKTOR PERTANIAN
19 March 2025
Cerita Perubahan Kader SPRPA Desa Patempuran, Jember
26 March 2025Pertemuan Komite Pengarah: Optimalisasi PAACLA Indonesia tangani pekerja anak di pertanian
Penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian masih menjadi tantangan yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Dalam upaya memperkuat komitmen dan strategi penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian, PAACLA Indonesia baru saja menggelar Pertemuan Komite Pengarah pada 20 Maret 2024 di Erian Hotel Jakarta. Pertemuan yang dibuka langsung oleh Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas ibu Nur Hygiawati Rahayu ini menjadi forum penting bagi berbagai pemangku kepentingan untuk berdiskusi, merumuskan kebijakan, serta menyepakati langkah-langkah konkret yang akan dilakukan PAACLA Indonesia ke depan. Dengan melibatkan perwakilan dari pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta akademisi, pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa upaya penanggulangan pekerja anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan ini PAACLA Indonesia mengharapkan persetujuan dan/atau arahan terkait agenda yang mencakup aspek legal kelembagaan, peningkatan keterlibatan dunia usaha dalam PAACLA Award, serta penyusunan rencana aksi jangka panjang PAACLA Indonesia.
Tiga Agenda Strategis PAACLA Indonesia
1. Memperjelas Legalitas Kelembagaan PAACLA Indonesia
Sebagai forum kemitraan yang dinamis, PAACLA Indonesia perlu memiliki dasar hukum yang kuat agar dapat beroperasi secara transparan, memiliki perlindungan hukum terhadap potensi sengketa, serta memastikan hak dan kewajiban setiap pihak yang terlibat. Legalitas kelembagaan yang jelas juga akan membuka akses lebih luas terhadap pendanaan, investasi, serta insentif dari pemerintah yang mendukung keberlanjutan PAACLA Indonesia kedepannya.

2. Mendorong Perusahaan Mengembangkan Kebijakan Penanggulangan Pekerja Anak
PAACLA Indonesia terus mendorong perusahaan, baik di sektor inti maupun rantai pasoknya, untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung penghapusan pekerja anak. Sebagai bentuk apresiasi, PAACLA Indonesia akan menyelenggarakan PAACLA Award 2025, sebuah penghargaan bagi perusahaan yang telah berkontribusi dalam upaya ini. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pemangku kepentingan untuk menerapkan praktik baik dalam penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian.
Inisiasi PAACLA Award mendapat apresiasi dan dukungan dari para peserta pertemuan komite pengarah PAACLA Indonesia, termasuk dari Bapak Pungka Marudut Sinaga, Direktur Kepatuhan HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha di Kementerian Hak Asasi Manusia. Beliau menilai langkah ini sebagai inisiatif yang positif dan menyarankan agar PRISMA, sebuah aplikasi self-assessment yang dikembangkan oleh KemenHAM, dapat dipertimbangkan sebagai salah satu tolak ukur dalam PAACLA Award.
Dalam sesi diskusi, para peserta memberikan berbagai masukan untuk memperkuat penyelenggaraan PAACLA Award. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya memperkuat posisi dan branding PAACLA agar memiliki daya tarik lebih bagi sektor bisnis, sehingga dapat mendorong kepedulian terhadap penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian.
Selain itu, para peserta juga berharap agar PAACLA Award tidak hanya menjadi pemicu bagi perusahaan untuk lebih peduli terhadap isu ini, tetapi juga dapat menjadi ajang untuk menemukan dan mempromosikan praktik terbaik yang dapat dijadikan role model bagi perusahaan lain dalam menangani pekerja anak.

3. Menyusun Rencana Aksi PAACLA Indonesia 2025–2028
Dengan berakhirnya periode Rencana Aksi 2021–2024, PAACLA Indonesia kini tengah menyusun strategi baru untuk periode 2025–2028. Penyusunan ini didasarkan pada evaluasi program sebelumnya, rekomendasi dari Rapat Tahunan PAACLA Indonesia 2024, serta hasil survei persepsi anggota. Dengan perencanaan yang matang, PAACLA Indonesia berharap dapat meningkatkan efektivitas program serta memperluas dampak positifnya.
Melalui ketiga agenda strategis ini, PAACLA Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai mitra utama dalam upaya menghapus pekerja anak di sektor pertanian. Dengan kerja sama yang erat antara berbagai pihak, diharapkan tantangan besar dalam isu ini dapat diatasi secara lebih efektif dan berkelanjutan. (VBL_MIA).


