Monitoring Bersama Pilot Proyek SPRPA Berbasis Desa di Kabupaten Jember
26 August 2025
Peta Jalan (Roadmap) Indonesia Bebas Pekerja Anak Lanjutan
28 August 2025
Monitoring Bersama Pilot Proyek SPRPA Berbasis Desa di Kabupaten Jember
26 August 2025
Peta Jalan (Roadmap) Indonesia Bebas Pekerja Anak Lanjutan
28 August 2025

Seminar dan Lokakarya “Membangun Aceh Bersama Sawit Ramah Anak”

Banda Aceh, 27–28 Agustus 2025 – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bekerjasama dengan GAPKI Cabang Aceh, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Aceh, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), serta PAACLA Indonesia menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya bertajuk “Membangun Aceh Bersama Sawit Ramah Anak.” Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen perlindungan anak di sektor kelapa sawit, khususnya di Provinsi Aceh.

Acara dimulai pada tanggal 27 Agustus 2025 dengan sesi seminar yang dihadiri oleh 116 peserta dari berbagai kalangan, meliputi perwakilan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta mitra pembangunan. Dalam sambutannya, Plt. Ketua GAPKI Cabang Aceh, Mawardi, menekankan pentingnya peran industri kelapa sawit dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah anak. Seminar kemudian secara resmi dibuka oleh Meutia Juliana, SSTP, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Aceh, yang dalam pidatonya menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Aceh terhadap upaya mewujudkan lingkungan kerja yang aman bagi anak.

Sesi seminar menghadirkan empat narasumber utama, yakni Rinaldi Umar (Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan RI), Dwi Jalu Atmanto (Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, Kementerian PPPA RI), Prita Bahroeny (Direktur PT Bahruny), serta Sumarjono Saragih (Ketua Bidang Pengembangan SDM GAPKI). Diskusi yang dimoderatori oleh Eko Sanjaya Tamba dari GAPKI ini memberikan perspektif mendalam tentang regulasi ketenagakerjaan, perlindungan anak dari kekerasan, peran sektor swasta, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di industri sawit.

Puncak sesi seminar ditandai dengan penandatanganan “Komitmen Bersama Aksi Kolaborasi Membangun Aceh Bersama Sawit Ramah Anak.” Komitmen ini menjadi landasan awal kolaborasi multipihak yang ditandatangani oleh Kepala Dinas PPPA Aceh, Koordinator Bidang SDM GAPKI Pusat, Plt. Ketua GAPKI Cabang Aceh, serta Kepala Seknas PAACLA Indonesia. Melalui komitmen tersebut, para pihak menyatakan tekad untuk mendorong terwujudnya praktik sawit ramah anak sebagai bagian dari pembangunan Aceh yang berkelanjutan.

Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Lokakarya selama 1,5 hari pada tanggal 27–28 Agustus 2025. Lokakarya diikuti oleh 35 peserta yang mewakili 20 perusahaan kelapa sawit di Aceh. Fasilitator dari PAACLA Indonesia, Andi Akbar dan Misran Lubis, memandu sesi yang membahas secara mendalam tentang pemahaman hak anak, isu pekerja anak, prinsip-prinsip bisnis dan hak anak, serta pentingnya kemitraan dalam perlindungan anak di industri sawit.

Lokakarya ditutup dengan sesi berbagi praktik baik dari perusahaan, yang disampaikan oleh Marja Yulianti, Kompartemen Perempuan dan Anak GAPKI. Sesi ini memberikan inspirasi nyata tentang bagaimana perusahaan dapat mengambil peran aktif dalam memastikan perlindungan anak dan mendukung tumbuhnya generasi yang sehat, berpendidikan, dan terlindungi di sekitar wilayah perkebunan.

Kegiatan seminar dan lokakarya ini bukan hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga langkah konkret dalam membangun kesepahaman bersama bahwa industri sawit memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pemenuhan hak anak. Dengan adanya komitmen kolaborasi, diharapkan Aceh dapat menjadi contoh daerah yang mampu mengembangkan sawit sebagai komoditas unggulan sekaligus menjunjung tinggi perlindungan anak. (VBL).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *