
Annual Report PAACLA Indonesia 2025
2 February 2026
Memperkuat Perlindungan Anak: Validasi Kajian Pekerjaan Berbahaya di Perkebunan Sawit Swadaya
26 February 2026PERSIAPAN LANJUTAN PILOTING CLMRS BERBASIS DESA
“Melanjutkan, Menguatkan, dan Mereplikasi CLMRS Berbasis Desa di Sektor Pertanian”
Mengawali implementasi Proyek ACCLAIM tahun 2026 di desa-desa lokasi piloting Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak (Child Labour Monitoring and Remediation System/CLMRS), PAACLA Indonesia melaksanakan serangkaian pertemuan konsolidasi di delapan desa. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan kelembagaan dan teknis dalam pelaksanaan proyek lanjutan CLMRS berbasis desa.

Pertemuan dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur pada 22 Januari 2026, Lombok Utara pada 23 Januari 2026, serta Kabupaten Jember pada 29–30 Januari 2026. Setiap pertemuan dihadiri oleh fasilitator daerah, Tim CLMRS Desa, pengelola Pusat Kegiatan Masyarakat (PKM), serta perwakilan Pemerintah Desa. Kegiatan ini difokuskan pada konsolidasi tim proyek dan pemangku kepentingan desa, pemetaan kapasitas tim CLMRS dan PKM, identifikasi dukungan pemerintah desa, serta penyusunan rencana kerja CLMRS dan PKM di tingkat desa dan kabupaten untuk tahun 2026.
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Tim Sekretariat Nasional PAACLA memaparkan rencana Proyek ACCLAIM Extension 2026, khususnya terkait keberlanjutan dan penguatan piloting CLMRS berbasis desa. Diskusi kelompok dilakukan untuk menyusun rencana kerja teknis implementasi Output Indicator (IO) #3 untuk periode Januari–Desember 2026. Hasil utama pertemuan meliputi tersusunnya rencana kerja CLMRS dan PKM tahun 2026, rencana pembaruan Surat Keputusan (SK) Tim CLMRS Desa, serta komitmen pemerintah desa untuk tetap mendukung pendanaan Forum Anak dan Tim CLMRS meskipun terjadi pengurangan anggaran desa secara nasional.

Sejumlah pemerintah desa, antara lain Desa Pandanwangi, Borok Toyang, Genggelang, dan Kesilir, menyatakan komitmen untuk tetap mengalokasikan dukungan pendanaan melalui APBDes dengan kisaran anggaran antara Rp5.000.000 hingga Rp25.000.000. Sementara itu, desa-desa lainnya menyampaikan komitmen untuk terus mengupayakan dukungan bagi keberlanjutan Forum Anak dan Tim CLMRS melalui berbagai skema pendanaan dan dukungan non-anggaran.
Sebagai bagian dari strategi penguatan keberlanjutan CLMRS, peningkatan kapasitas Tim CLMRS Desa menjadi perhatian utama, khususnya dalam aspek peningkatan pengetahuan dan keterampilan mobilisasi sumber daya lokal. Penguatan ini diarahkan pada kemampuan melakukan fundraising, penyusunan proposal, serta membangun pendekatan kemitraan dengan perusahaan lokal, lembaga layanan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kontributor: Misran Lubis


