
Perumusan Panduan Praktik Penanggulangan Pekerja Anak Bersama Pemangku Kepentingan di Industri Sektor Pertanian
29 March 2024
Dialog HDMPA 2024: “Pekerja Anak: Sekarang dan Masa Depan?”
13 June 2024Hari Dunia Menentang Pekerja Anak (HDMPA) Tahun 2024

SIARAN PERS | Saatnya Mewujudkan Komitmen Kita: Akhir Pekerja Anak
Jakarta, 9 Juni 2024
Tanggal 12 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Dunia Menentang Pekerja Anak (HDMPA) atau World Day Against Child Labour (WDACL). Sejak pertama kali diluncurkan oleh Organisasi Internasional untuk Perburuhan (ILO) pada tahun 2002, peringatan ini menjadi momen refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penghapusan pekerja anak. HDMPA 2024 mengusung tema “Saatnya Mewujudkan Komitmen Kita: Akhiri Pekerja Anak,” yang dipilih untuk memastikan setiap negara yang telah meratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 dan 182, serta komitmen lainnya dalam program strategis nasional, dapat mewujudkannya dalam aksi nyata.
Kondisi Global dan Nasional
Isu pekerja anak masih menjadi masalah global. Menurut ILO, pada tahun 2021, diperkirakan ada sekitar 160 juta anak yang bekerja di seluruh dunia. Di Indonesia, pada tahun yang sama, sekitar 3,36 juta anak usia 10-17 tahun bekerja, dengan 1,05 juta di antaranya termasuk dalam kategori pekerja anak yang dilarang oleh Undang-undang Ketenagakerjaan. Mayoritas pekerja anak (58,5% atau sekitar 817 ribu anak) berada di perdesaan.
Perayaan HDMPA di Jakarta, Lombok, dan Jember

Menjelang puncak peringatan HDMPA 12 Juni 2024, PAACLA Indonesia dan JARAK berkolaborasi dengan berbagai pihak menyelenggarakan HDMPA di tingkat nasional dan daerah. Di tingkat nasional, acara dipusatkan di Eco Park Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu, 9 Juni 2024, dengan lebih dari 200 peserta dari berbagai komunitas anak di Jabodetabek. Selain komunitas anak, hadir juga Kementerian Koordinator Bidang PMK, BAPPENAS, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PPPA, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dan perwakilan akademisi dari Universitas Indonesia, serta perusahaan dan lembaga lain.
Acara di Jakarta juga didukung oleh media partner, TEMPO Media dan Jurnalisme Berkebangsaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan komitmen dan peranan berbagai pihak dalam penanggulangan pekerja anak, memberikan sarana untuk berbagi praktik baik, dan membuka ruang kreativitas bagi anak dalam kampanye ini.
Kegiatan HDMPA dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Sumberdaya Manusia, Muhadjir Effendy, yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda, Kemenko PMK, Woro Srihasuti Sulistyaningrum. Dalam sambutannya, Menko PMK menekankan bahwa upaya penghapusan pekerja anak memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk dunia usaha, akademisi, lembaga masyarakat, dan keluarga.
Perayaan di Lombok dan Jember

Peringatan HDMPA juga berlangsung meriah di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Jember, Jawa Timur. Di Lombok, acara diselenggarakan oleh Yayasan SANTAI dengan dukungan PT. Alliance One Indonesia (AOI), sedangkan di Jember, acara diorganisir oleh YPSM.
HDMPA 2024: Mendukung Generasi Indonesia Emas 2045

Pada momentum HDMPA 2024, Direktur Eksekutif JARAK, Maria Clara Bastiani, menyatakan bahwa Indonesia telah mengembangkan berbagai kebijakan, program, dan inisiatif untuk merespons isu pekerja anak. Kemitraan multi-aktor seperti Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, sektor bisnis, organisasi buruh, dan organisasi masyarakat sipil telah berhasil diinisiasi. Upaya ini penting untuk mendukung agenda nasional menuju Generasi Indonesia Emas 2045, dimana isu pekerja anak bisa menjadi penghambat bonus demografi.
Komitmen Bersama

Dukungan terhadap agenda strategis ini dituangkan dalam komitmen yang ditandatangani oleh berbagai pemangku kepentingan pada acara HDMPA 2024. Lima poin utama dalam komitmen bersama ini adalah:
- Mensinergikan program/kegiatan untuk memperkuat penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian.
- Memperkuat sistem rujukan dan sistem pemantauan serta remediasi pekerja anak.
- Berkontribusi terhadap indikator bersama dalam penyadaran, pencegahan, dan penarikan pekerja anak.
- Memaksimalkan langkah-langkah akselerasi untuk mengakhiri pekerja anak di Indonesia.
- Berkontribusi terhadap tercapainya Indonesia Emas 2045 dan Indonesia Maju Tanpa Pekerja Anak.
Dukungan Multipihak
PAACLA Indonesia dan JARAK, dengan dukungan ECLT Foundation, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung HDMPA 2024, termasuk TEMPO Media, Jurnalisme Berkebangsaan, Kemenko PMK, Bappenas, Kementerian PPPA, Kementerian Ketenagakerjaan, ECLT Foundation, KPAI, GAPKI, PT. Veolia, PT. AOI, PT. Maxindo, PKPA, eRBe, eRKa, Forum Anak Nasional, Forum Anak Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta, Universitas Indonesia, SANTAI, dan YPSM.
Direktur Ketenagakerjaan Bappenas, Dr. Nur Hygiawati Rahayu yang akrab dipanggil Ibu Yuke, selaku Koordinator Nasional PAACLA Indonesia menyampaikan “Dukungan ini menjadi bukti bahwa kemitraan untuk penanggulangan pekerja anak telah menjadi komitmen bersama. Karena kunci dari keberhasilan kita dalam penanggulangan pekerjaan adalah kemitraan atau kolaborasi. PAACLA sebagai wadah dari kemitraan multipihak akan berupaya merangkul lebih banyak pihak untuk terlibat dalam aksi-aksi selanjutnya, tidak hanya terbatas pada event HDMPA ini saja, namun lebih konkrit lagi dalam program-program di komunitas yang berkelanjutan.”
“Pada momentum HDMPA 2024 ini, PAACLA Indonesia dan JARAK mengajak dan mendorong semua pihak, baik pemerintah, organisasi masyarakat sipil, UN, INGOs, sektor bisnis dan berbagai pihak lainnya, untuk menunjukkan kemajuan dan komitmen bersama dalam penghapusan pekerja anak, menuju Generasi Indonesia Emas 2045”, tegas Yuke.
Di akhir kegiatan HDMPA, penyelenggara memberikan banyak hadiah hiburan kepada peserta untuk berbagai kategori. Hadiah-hadiah tersebut merupakan dukungan dari para sponsor, seperti GAPKI, Veolia, PT. Maxindo, PKPA, dan juga dari program ACCLAIM yang didukung oleh ECLT Foundation.
Penutup
Pada momentum HDMPA 2024 ini, PAACLA Indonesia dan JARAK mengajak semua pihak untuk menunjukkan komitmen dalam penghapusan pekerja anak menuju Generasi Indonesia Emas 2045.
Selamat memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 2024
Saatnya Mewujudkan Komitmen Kita: Akhiri Pekerja Anak!
Penulis
Annisa Noza Salsabila


