Buku Saku: Aku Anak Hebat, Bukan Pekerja Anak
12 June 2025
Commemoration Events Of The World Day Against Child Labour (WDACL), 2025
18 June 2025
Buku Saku: Aku Anak Hebat, Bukan Pekerja Anak
12 June 2025
Commemoration Events Of The World Day Against Child Labour (WDACL), 2025
18 June 2025

Peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 2025: “Mari Kita Percepat Upaya Penghapusan Pekerja Anak!”

Jakarta, 12 Juni 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak (HDMPA) 2025, PAACLA Indonesia bersama Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian ketenagakerjaan, dan Kementerian HAM, Kementerian PPPA, ILO Indonesia, JARAK, GAPKI dan mitra strategis lainnya menyelenggarakan serangkaian kegiatan dengan tema “Mari Kita Percepat Upaya Penghapusan Pekerja Anak!”. Tema ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menghapus pekerja anak masih jauh dari selesai dan membutuhkan kolaborasi serta aksi nyata dari semua pihak.

Puncak kegiatan peringatan HDMPA 2025 dilakukan pada tanggal 12 Juni 2025 dengan kegiatan pemberian PAACLA Award kepada sejumlah perusahaan sektor pertanian yang telah berkontribusi dalam penanggulangan pekerja anak melaui praktik inovatif perusahaan. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. Sehari sebelumnya, pada tanggal 11 Juni 2025 bertempat di gedung perpustakaan nasional RI, juga diselenggarakan peringatan HDMPA dengan kegiatan “Rabu Seru: Berani Bermimpi, Berani Bercita-cita Sejak Dini”. Kegiatan ini terselenggara hasil kolaborasi JARAK Indonesia dan PKPA atas dukungan PAACLA Indonesia serta mitra lainnya. Pada kegiatan tersebut menghadirkan para aktivis perlindungan anak, pemangku kepentingan dari berbagai level, serta perwakilan anak dari organisasi dampingan. Anak-anak menyampaikan aspirasi langsung kepada para pembuat kebijakan dan menunjukkan bakat dan kreativitas mereka melalui karya seni.

Rangkaian kegiatan HDMPA 2025 lainnya adalah kampanye daring telah dilakukan sejak bulan Mei 2025 untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya terkait penghapusan pekerja anak di sektor pertanian. Kampanye ini menekankan pentingnya perlindungan anak dan pemenuhan hak mereka untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi.

Rangkaian Acara: Aspirasi Anak dan Kolaborasi Multi Pihak

Foto: penampilan tari betawi pada acara “RABU SERU” peringatan HDMPA di gedung Perpustakaan Nasional (11/12/25).

PAACLA Award 2025: Penghargaan bagi Praktik Inovatif Dunia Usaha 

Acara puncak pemberian PAACLA Award yang dilaksanakan pada 12 Juni 2025 di Jakarta dan dihadiri lebih dari 150 peserta dari kalangan pemerintah, bisnis dan asosiasi bisnis, organisasi masyarakat sipil, akademisi, badan PBB, lembaga internasional, perwakilan kedutaan, dan media. Acara dimulai dengan sambutan dari Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas sebagai Koordinator PAACLA Indonesia, NUR HYGIAWATI RAHAYU.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan “Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan tonggak dalam memperkuat sinergi menuju praktik bisnis pertanian berkelanjutan tanpa pekerja anak.”

Sambutan video oleh Pribudiarta Nur Sitepu

Sambutan lainnya disampaikan oleh Pribudiarta Nur Sitepu, Plt. Deputi Perlindungan Khusus Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak melalui rekaman video. Dalam sambutannya Pribudiarta sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PAACLA Indonesia, baik kegiatan PAACLA Award dan konsistensinya berkontribusi dalam penanggulangan pekerja anak di Indonesia. Pribudiarta juga mengingatkan kita semua bahwa jumlah pekerja anak meningkat dari 1,01 juta pada 2023 menjadi 1,27 juta pada 2024, menandakan pentingnya kolaborasi multipihak. Oleh karenanya, kemitraan yang telah bangun oleh PAACLA Indonesia, harus terus kita dukung baik oleh pemerintah, dunia usaha dan juga stakeholders lainnya.

Sambutan & Pembuka oleh Yuli Adiratna 

Acara PAACLA Award secara resmi dibuka oleh Yuli Adiratna, Plh. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan. dalam sambutan pembukaannya, Yuli Adiratna menegaskan pentingnya menjunjung tinggi HAM dan praktik bisnis yang bertanggung jawab untuk mencegah anak-anak terjerat dalam pekerja anak. Pemerintah juga sangat mendukung dan berterima kasih kepada PAACLA Indonesia yang terus menginspirasi kita dan menginisiasi penyelenggaraan PAACLA Award ini.

Penyelenggaraan PAACLA Award merupakan kerja sama antara PAACLA Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Hukum dan HAM, ILO Indonesia-Timor Leste, Global Reporting Initiative, dan JARAK. Tahun 2025 menjadi tahun perdana penyelenggaraan penghargaan ini. Semoga kedepan acara tetap dapat diselenggarakan dan semakin banyak perusahaan yang menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan pekerja anak.

Pengakuan dan Harapan Global

Foto: Simrin Singh, sedang menyampaikan tanggapannya yang mengatakan bahwa adanya penurunan pekerja anak secara global adalah karena kita semua, adanya kemitraan yang strategis.

Keynote Speech oleh Simrin Singh

Sebelum sesi penyerahan PAACLA Award, dilakukan dilakukan sesi Talkshow, namun sebelu sesi talkshow dilakukan, terlebih dahulu diawali pidato oleh Simrin Singh, Direktur ILO Indonesia dan Timor-Leste, sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, Simrin menyampaikan situasi terkini terkait data pekerja anak secara global. Ia menyebut adanya penurunan jumlah pekerja anak sebagai kabar baik. Namun, meskipun jumlahnya menurun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, karena masih ada 138 juta anak di seluruh dunia yang menjadi pekerja anak. Oleh karena itu, dalam sambutannya, beliau terus menggaungkan seruan; “It’s not enough, do more!”.

Selanjutnya pada sesi Talkshow dengan topik Praktik Bisnis Pertanian yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan tanpa Pekerja Anak, menghadirkan narasumber dari pemerintah, sektor usaha, organisasi masyarakat sipil, dan perwakilan anak. Sesi talkshow dipandu oleh seorang moderator yang berpengalaman Daryl Adam.

Para narasumber Talkshow:

  1. Munafrizal Manan, Dirjen Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Kementerian Hukum dan HAM
  2. Evy Rosriani, Senior Manager, Indonesia Global Compact Network
  3. Abdul Hakim, National Program Officer, ILO
  4. Misran Lubis, Manager Program ACCLAIM, PAACLA Indonesia
  5. Gesyha Ayundya Zilfania, Ketua Forum Anak Desa Kesilir, Jember
Foto: Sesi talkshow “Praktik Bisnis Pertanian yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan tanpa Pekerja Anak”

PAACLA Award 2025: Penghargaan bagi Praktik Inovatif Perusahaan

Penyelenggaraan PAACLA Award untuk mengapresiasi perusahaan dan rantai pasok yang menunjukkan komitmen serta praktik inovatif dalam penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian. Proses Penilaian dilakukan sejak Maret 2025 oleh dewan juri yang berbagai unsur dan kepakaran pada bidang perlindungan anak, pekerja anak serta bisnis dan hak asasi manusia, ahli dari lintas sektor, yaitu dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian HAM, ILO Indonesia dan Timor Leste, Global Reporting Initiative, JARAK Indonesia, dan Seknas PAACLA Indonesia.

Andi Akbar, Kepala Seknas PAACLA Indonesia, menyerahkan tropi PAACLA Award kepada PT. Minamas Plantation.

Proses penilaian dilakukan dengan sangat ketat dan hati-hati terhadap sejumlah perusahaan dan rantai pasok yang mengirimkan laporan praktik inovatif penanggulangan pekerja anak. penilaian ini didasarkan pada 4 aspek yaitu; praktik inovatif memiliki dampak, keberlanjutan, inovatif, dan dapat di replikasi. Setelah melalui serangkaian penilaian, akhirnya tim dewan juri menetapkan 7 (tujuh) perusahaan berhak menerima PAACLA Award, dengan kategori perusahaan multinasional, nasional dan lokal. Ketujuan perusahaan tersebut adalah:

  1. PT Alliance One Indonesia
  2. PT Cargill Indonesia
  3. PT Findora Internusa
  4. PT Mars Symbioscience
  5. PT Minamas Plantation
  6. UD Saka Mandiri
  7. PT Universal Tempu Rejo

Selain memberikan PAACLA Award kepada 7 perusahaan, pada event HDMPA 2025 ini, PAACLA juga memberikan spesial penghargaan kepada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Pemberian Spesial Award HDMPA 2025 ini karena PAACLA Indonesia menilai adanya komitmen dan dukungan yang kuat asosiasi pengusaha kelapa sawit dalam upaya-upaya memajukan industri pertanian yang berkelanjutan ramah anak.

Harapan ke Depan

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi dan pemicu gerakan lebih luas dalam mempercepat penghapusan pekerja anak di Indonesia. Sebab setiap anak berhak atas masa depan yang aman, adil, dan layak. Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga penegasan akan pentingnya komitmen dan langkah nyata semua pihak dalam penanggulangan pekerja anak, khususnya di sektor pertanian. @MediaPAACLA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *