
Perkuat Pengawasan Pekerja Anak di Sektor Informal, Lebih dari 400 Pengawas Ketenagakerjaan Ikuti Webinar Series PAACLA Indonesia
20 July 2026
Memperkuat Pencegahan Pekerja Anak melalui Validasi Teknis Kajian Pekerjaan Berbahaya di Perkebunan Kelapa Sawit Pekebun Swadaya
31 July 2026Hari Anak Nasional 2026: Minamas Plantation dan PAACLA Indonesia Dorong Terwujudnya Sawit Ramah Anak
Hari Anak Nasional 2026 Menjadi Momentum Memperkuat Komitmen Perlindungan Anak di Perkebunan Kelapa Sawit
Kotawaringin Timur – Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Semangat tersebut menjadi landasan penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang digelar PT Minamas Plantation bersama PAACLA Indonesia di SDS Teguh Sempurna Pematang Estate, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Rabu (22/7).
Mengusung tema “Sawit Ramah Anak, Lindungi anak dan bangun masa depan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan perkebunan kelapa sawit yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan mendukung terpenuhinya hak-hak anak. Namun, peringatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan. Di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit, kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang di lingkungan yang aman serta bebas dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan.
Diselenggarakan oleh PT Minamas Plantation bekerja sama dengan PAACLA Indonesia, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus mendorong terciptanya perkebunan kelapa sawit yang semakin ramah anak.
Keberlanjutan Dimulai dari Investasi pada Generasi Masa Depan

Dalam sambutannya, Regional CEO PT Teguh Sempurna wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Ondra Utama, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai produktivitas maupun pertumbuhan bisnis, tetapi juga mengenai tanggung jawab dalam mempersiapkan masa depan generasi penerus.
“Keberhasilan perusahaan akan memiliki makna yang lebih besar ketika mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Investasi yang paling berharga bukan hanya pada aset dan teknologi, tetapi juga pada anak-anak sebagai generasi masa depan Indonesia,” ujar Ondra.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan PAACLA Award 2026 yang diterima PT Teguh Sempurna. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat upaya perlindungan anak sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.

Senada dengan hal tersebut, Head of Sustainability PT Minamas Plantation, Alegadran Manian, menjelaskan bahwa dipilihnya PT Teguh Sempurna sebagai lokasi penyelenggaraan Hari Anak Nasional bukan tanpa alasan.
Menurutnya, PT Teguh Sempurna ini telah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, mulai dari tersedianya fasilitas pendidikan yang lengkap dari Tempat Penitipan Anak (TPA) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga berbagai program yang secara konsisten mendorong pengembangan kapasitas dan kesejahteraan anak.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam penyediaan akses pendidikan di seluruh wilayah operasional Minamas Plantation. Saat ini, perusahaan mengelola 56 satuan pendidikan yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA, melayani sekitar 13.000 siswa. Selain itu, tersedia 121 Tempat Penitipan Anak (TPA) dan 64 Taman Kanak-Kanak (TK) yang menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini serta membantu keluarga pekerja memperoleh akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas.
“Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab bersama. Orang tua, guru, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, mendukung pendidikan, serta memastikan setiap anak dapat berkembang secara optimal,” jelas Alegadran.
Membangun Ruang Aman yang Menyenangkan bagi Anak
Semangat tersebut tercermin sepanjang rangkaian kegiatan yang dipenuhi berbagai penampilan seni dan edukasi. Anak-anak menampilkan Tari Dayak, Tari Warok, serta pertunjukan solo vokal yang menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Ghina, siswi SDS 1 Teguh Sempurna yang pernah mendapatkan Juara I Lomba Porseni Antar Sekolah Minamas. Melalui dongeng fabel Rahasia Sehat Keluarga Kelinci, Ghina mengajak teman-temannya memahami pentingnya hidup sehat, saling peduli, dan menjaga kebersamaan dalam keluarga dengan cara yang menyenangkan.

Momentum Hari Anak Nasional juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kotawaringin Timur memberikan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh ibu Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Khusus Anak, Nenny Triana Br. Lumban Gaol dan Marselina Kartika Sari, Penata Layanan Operasional.

Melalui sesi tersebut, anak-anak, orang tua, guru, dan masyarakat diajak memahami bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang mampu memberikan rasa aman bagi setiap anak.
Suasana semakin semarak saat pertunjukan sulap menghadirkan gelak tawa yang memenuhi area kegiatan. Tidak hanya anak-anak yang terpukau dengan setiap atraksi, para orang tua, guru, dan tamu undangan pun larut dalam antusiasme yang sama. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling hangat sepanjang acara, ketika anak-anak dan orang dewasa dapat tertawa, bersorak, dan menikmati kebersamaan dalam waktu yang sama.
Kehangatan itu menunjukkan bahwa menciptakan ruang yang ramah anak tidak hanya diwujudkan melalui edukasi, tetapi juga melalui pengalaman bersama yang menghadirkan rasa aman, kedekatan, dan kebahagiaan bagi seluruh keluarga. Dengan suasana yang menyenangkan, pesan-pesan tentang pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak pun dapat diterima secara lebih dekat dan bermakna.
Memberikan Ruang bagi Anak untuk Didengar

Salah satu sesi yang paling berkesan adalah Break Room Suara Anak, di mana 10 anak perwakilan SMP dan SMA berdiskusi mengenai Konvensi Hak Anak, Undang-Undang Perlindungan Anak, serta berbagai hak dasar yang dimiliki setiap anak.
Dalam diskusi tersebut, mereka menyampaikan berbagai pandangan mengenai lingkungan tempat mereka tinggal, tantangan yang dihadapi, hingga harapan terhadap masa depan yang lebih baik. Seluruh hasil diskusi kemudian dibacakan di hadapan peserta sebagai bentuk penghormatan terhadap hak anak untuk menyampaikan pendapatnya.
Suara Dari The Children’s Voice of Minamas Plantation:
- Kami menuntut kepada para generasi muda untuk lebih fokus pada pendidikan daripada percintaan agar tidak terjadi pernikahan anak
- Kami menuntut kepada para kaum pelajar untuk tidak menyalahgunakan kemajuan teknologi untuk hal negatif (seperti judol, pishing, atau cyber crime) tetapi menggunakannya untuk hal positif
- Kami menuntut kepada KOMDIGI untuk membuat kebijakan pembatasan usia untuk transaksi game online minimal usia 17 tahun
- Kami menuntut kepada pemerintah agar MBG disebar secara merata sampai ke pedalaman, gizinya diperbaiki, serta tidak menggelapkan dana MBG atau korupsi
- Kami menuntut untuk dibangun sekolahan di pedalaman dan akses jalan ke sekolah diperbaiki agar perjalanan ke sekolah aman dan nyaman
- Kami menuntut kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengadakan kembali sistem tinggal kelas dan ketidaklulusan agar pelajar lebih bersungguh-sungguh dalam mengejar ilmu
Semangat tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan Pohon Harapan. Setiap anak menuliskan cita-cita dan impiannya pada secarik kartu sebelum menggantungkannya di pohon harapan.
Ratusan kartu yang menggantung di pohon tersebut menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki mimpi yang layak dijaga, didukung, dan diwujudkan bersama.

Kolaborasi Menjadi Kunci Mewujudkan Sawit Ramah Anak
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan Tari Sigulempong dari Komite Kesejahteraan dan Perlindungan Perempuan (KKPP) PT Teguh Sempurna & Batang Garing Estate (BGE), dilanjutkan dengan foto bersama dan kunjungan ke Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) milik SDS 1 Teguh Sempurna.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini kembali menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari praktik bisnis yang bertanggung jawab dan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, sekolah, orang tua, masyarakat, dan organisasi seperti PAACLA Indonesia menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Sebab, ketika setiap anak memperoleh haknya untuk belajar, bermain, dan meraih cita-cita, maka yang dibangun bukan hanya masa depan mereka, tetapi juga masa depan industri kelapa sawit Indonesia yang semakin berkelanjutan dan bangsa yang semakin kuat.

Kontributor: Mia Melinda


