Annual Report PAACLA Indonesia 2024
7 February 2025
Yuli Adiratna: Peta Jalan Bebas Pekerja Anak, Kunci Perkuat Komitmen Indonesia Hapuskan Pekerja Anak | #PAACLATALK
18 February 2025
Annual Report PAACLA Indonesia 2024
7 February 2025
Yuli Adiratna: Peta Jalan Bebas Pekerja Anak, Kunci Perkuat Komitmen Indonesia Hapuskan Pekerja Anak | #PAACLATALK
18 February 2025

Mewujudkan Desa Bebas Pekerja Anak: Peluncuran Sistem Pemantauan dan Remediasi di Jember dan Lombok Timur

Peluncuran SPRPA di Desa Kesilir, Jember (31 Januari 2025)

Peluncuran Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak

Sebagai langkah konkret dalam mewujudkan desa bebas pekerja anak, sebuah sistem pemantauan dan remediasi berbasis desa telah resmi diluncurkan di Kabupaten Jember pada tanggal 30 – 31 Januari 2025  dan Lombok Timur dilakukan pada tanggal 4-5 Februari 2025. 

Proyek percontohan Child Labour Monitoring and Remediation System (CLMRS) ini dilaksanakan di 8 desa yang tersebar di Kabupaten Jember, Lombok Timur, dan Lombok Utara. Sebagai langkah awal untuk memperkenalkan dan menjelaskan lebih luas pelaksanaan proyek di tingkat desa, tim proyek mengadakan pertemuan dengan pemerintah desa serta para pemangku kepentingan. Kegiatan Kick-off ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang sistem yang akan diterapkan serta membangun komitmen bersama dalam pelaksanaannya. Untuk tahap awal, sesi Kick-off ini hanya akan dilakukan di desa-desa yang berada di Kabupaten Jember dan Lombok Timur.

Di Jember, kick-off dilakukan di empat desa, yaitu Wringintelu, Kesilir, Sukoreno, dan Patempuran. Sementara di Lombok Timur, dilaksanakan di dua desa, yakni Borok Toyang dan Pandanwangi.

Antusiasme dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Pelaksanaan peluncuran SPRPA di desa Borok Toyang, Lombok Timur (4 Februari 2025)

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para kepala desa yang melihatnya sebagai langkah strategis dalam mendorong anak-anak tetap bersekolah. Salah satu kepala desa di Jember menuturkan bahwa sebelumnya banyak anak di desa mereka kehilangan motivasi untuk belajar dan bahkan tidak melanjutkan pendidikan hingga tingkat SMP. Namun, dengan adanya dukungan dari proyek sebelumnya dengan dibantu berbagai pihak lainnya, diharapkan anak-anak dapat kembali bersemangat untuk bersekolah dan terhindar dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Peluncuran sistem ini juga dihadiri oleh berbagai unsur desa, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, pendamping kecamatan, Karang Taruna, Forum Anak, Bhabinkamtibmas, serta para pendidik. Semua elemen ini diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem pemantauan yang aktif dalam mendeteksi dan menangani kasus pekerja anak di lingkungan mereka.

Di Lombok Timur, kegiatan peluncuran ini dihadiri secara langsung oleh salah satu anggota DPRD Lombok Timur yang siap mendukung dan mengawal pelaksanaan Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak di desa-desa di Lombok Timur. 

Peluncuran SPRPA di desa Pandan Wangi, Lombok Timur (5 Februari 2025)

Harapan untuk Masa Depan Anak-Anak

Dengan keterlibatan komunitas yang kuat, sistem pemantauan dan remediasi ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa direplikasi di wilayah lain. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi angka pekerja anak tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih cerah. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Indonesia semakin dekat untuk mencapai desa bebas pekerja anak demi kesejahteraan generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *