
Wamenham Ajak Kementerian dan Lembaga Terapkan Panduan ALP dari PAACLA Indonesia Demi Praktik Bisnis yang Menghormati HAM dan Bebas Pekerja Anak
14 November 2024Sumarjono Saragih: Tak Hanya Cegah Pekerja Anak,Sektor Bisnis Harus Ciptakan Lingkungan Ramah Anak
21 November 2024PAACLA Indonesia melakukan Audiensi dengan WAMENHAM RI

Di balik visi ‘Pertanian Berkelanjutan Tanpa Pekerja Anak’ yang diusung oleh PAACLA Indonesia, tersembunyi sebuah impian besar: menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak Indonesia serta keberlanjutan pertanian Indonesia.
Kolaborasi Multipihak menjadi pondasi kerja PAACLA Indonesia, menggabungkan komitmen pemerintah, perusahaan, dan OMS untuk penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian. Kali ini audiensi dengan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (WAMENHAM RI) dilakukan untuk memperkenalkan PAACLA Indonesia sebagai forum kemitraan untuk penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian.
Wamenham RI, Mugiyanto, turut menekankan bahwa isu pekerja anak di sektor pertanian merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian kolektif. Menurutnya, praktik pekerja anak dalam pertanian masih sering terjadi dan perlu diatasi dengan kerja sama lintas sektor, karena melibatkan hak-hak anak serta menyangkut kesejahteraan generasi penerus bangsa.
Perkenalan PAACLA Indonesia dipaparkan langsung oleh Andi Akbar selaku Kepala Seknas PAACLA Indonesia, di kantor dirjen HAM (13/11/24). Selama 6 tahun PAACLA Indonesia berkiprah merajut kemitraan 3 pillar pembangunan (Pemerintah, Sektor Swasta, dan OMS), melalui berbagai program yang telah dilakukan PAACLA Indonesia sejak inisasi pembentukan pada tahun 2018.
Selain perkenalan tentang apa itu PAACLA Indonesia? Diperkenalkan pula Panduan Praktik Ketenagakerjaan Untuk Penanggulangan Pekerja Anak Bagi Perusahaan dan Rantai Pasok di Sektor Pertanian, yang telah dibuat oleh PAACLA Indonesia dengan dukungan berbagai pihak dari pemerintah termasuk Kemenkumham RI, Sektor bisnis, dan CSO. Panduan yang telah resmi diluncurkan pada 30 Oktober 2024 lalu di Jakarta, mendapat sambutan baik dari Wamenham, Mugiyanto. Beliau menyampaikan bahwa panduan ini sangat bagus untuk digunakan untuk bisa digunakan oleh Kementerian dan lembaga sebagai panduan untuk mendorong tanggung jawab bisnis dan HAM.
Mugiyanto juga menggambarkan potensi kolaborasi antara PAACLA Indonesia, sebagai forum kemitraan dan KEMENHAM. Menurutnya, banyak inisiatif yang dapat dikembangkan untuk memperkuat sistem pertanian berkelanjutan yang bebas pekerja anak di Indonesia. Salah satu program unggulan PAACLA Indonesia yaitu BERPERAN, yang berfokus pada pemberdayaan dan pelibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas pekerja anak, khususnya di sektor pertanian.
Dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, PAACLA Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan, aman, dan adil, khususnya bagi masa depan anak-anak bangsa (VBL_MIA).


