New Profile of PAACLA Indonesia
31 October 2025
Global Collaboration to Eliminate Child Labour in Agricultural with ECLT Foundation | PAACLATALK
18 November 2025
New Profile of PAACLA Indonesia
31 October 2025
Global Collaboration to Eliminate Child Labour in Agricultural with ECLT Foundation | PAACLATALK
18 November 2025

Menyalakan Harapan dari Genggelang: Cerita Perubahan Bu Romi dalam Upaya Menghapus Pekerja Anak

Pekerja anak di sektor pertanian adalah isu kompleks yang seringkali tersembunyi. Namun, di balik tantangan tersebut, selalu ada kisah inspiratif dari individu-individu yang berjuang membawa perubahan. Salah satunya adalah kisah Ibu Romi, seorang kader dan juga anggota Tim Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Desa Genggelang, yang menjalankan tugas pendataan dan remediasi pekerja anak melalui program ACCLAIM.

Sebelum bergabung dengan PATBM, Ibu Romi (37 tahun) adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang sama sekali tidak menyadari adanya permasalahan pekerja anak di desanya. “Sebelumnya saya tidak mengetahui permasalahan terkait anak di desa saya ini, seperti ternyata masih ada anak yang bekerja dan putus sekolah,” ungkap Ibu Romi. Kesadaran inilah yang kemudian memantik motivasi besar di hatinya untuk terlibat aktif. “Dari situ saya termotivasi untuk membantu mereka untuk bisa kembali ke sekolah.”

Merangkul Anak dan Menghadapi Keraguan Orang Tua

Perjalanan Ibu Romi sebagai kader PATBM tidaklah mudah. Ketika melakukan pendekatan, ia seringkali berhadapan dengan tembok keraguan dari orang tua. “Saat itu banyak pantangan dari orang tua yang bilang tidak ada biaya untuk menyekolahkan anaknya, sehingga mereka lebih memilih untuk mengajak anak mereka untuk membantu kebutuhan sehari-hari dengan bekerja,” kenangnya.

Namun, dedikasinya semakin kuat seiring waktu. Bergabung dengan tim PATBM dan terlibat dalam program ACCLAIM membuatnya menyadari betapa pentingnya peran mereka. “Setelah menjadi tim PATBM, saya tahu masyarakat sekitar masih membutuhkan bantuan kita. Membuat saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk membantu mereka.”

Cerita Perubahan dari Desa

Saat melakukan pendataan dari rumah ke rumah, Ibu Romi menemukan kisah-kisah yang mengharukan, yang menguatkan tekadnya. Ia menemukan anak-anak yang terpaksa bekerja bukan karena kemauan, melainkan keterpaksaan kondisi. “Ada anak yang memang terpaksa bekerja, hal tersebut membuat saya terharu. Jadi saya tahu alasan mereka terpaksa bekerja,” ujarnya.

Titik balik datang ketika ada kasus seorang anak perempuan yang sempat ditelantarkan oleh orang tuanya dan harus tinggal bersama neneknya, kemudian ketika usia SMP kembali diambil oleh ayahnya dengan janji akan didaftarkan ke sekolah. Namun, kenyataannya, anak tersebut justru dipaksa bekerja di sebuah tempat hiburan.

“Neneknya mengira anaknya ini didaftarkan kembali ke sekolah, namun ternyata anaknya dipaksa bekerja di sebuah club,” kisah Ibu Romi.

Beruntung, nenek dari anak tersebut mengetahui adanya program perlindungan anak dan remediasi pekerja anak dari ACCLAIM. Sang nenek segera melapor kepada Ibu Romi, yang kebetulan suaminya adalah seorang Ketua RT. Tim pun bergerak cepat. Anak tersebut berhasil dijemput dari tempat kerjanya. Setelah melalui pendekatan dan sosialisasi, anak itu bersedia melanjutkan pendidikan di pesantren.

Komitmen Melampaui Tantangan

Peran sebagai kader di garis depan penuh dengan tantangan. Ibu Romi sering kali menemui hambatan saat melakukan sosialisasi, mulai dari sulitnya menemukan anak atau orang tua, hingga akses jalan yang jauh, rusak, dan pelosok. Bahkan, tidak jarang ia pulang tanpa sambutan baik atau dukungan dari orang tua.

“Itu yang membuat saya merasa, ‘buat apa susah-susah saya melakukan ini kalau mereka tidak mau dibantu?’,” tuturnya jujur. Namun, kegigihan dan rasa tanggung jawabnya selalu membawanya kembali. “Tapi balik lagi, kalau bukan saya yang bantu mesosialisasikan ke mereka, siapa lagi?”

Kisah Ibu Romi adalah cerminan semangat dalam memberdayakan komunitas. Dengan pendataan yang akurat dan tindak lanjut remediasi yang terarah, anak-anak pekerja di sektor pertanian dapat menemukan harapan baru untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Kehadiran kader seperti Ibu Romi membuktikan bahwa perubahan praktik baik dapat diwujudkan melalui dedikasi dan semangat yang tak pernah padam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *