IEC Pencapaian PAACLA Indonesia 2025
25 November 2025
Praktik Baik Percontohan Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak
27 November 2025
IEC Pencapaian PAACLA Indonesia 2025
25 November 2025
Praktik Baik Percontohan Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak
27 November 2025

SEMINAR NASIONAL, RAPAT TAHUNAN PAACLA INDONESIA, DAN KONSULTASI ANAK 2025

Dari Komitmen ke Aksi: Bersama Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Tanpa Pekerja Anak

PAACLA Indonesia Gelar Seminar Nasional, Rapat Tahunan, dan Konsultasi Anak 2025 di Lombok

Lombok, 20–22 November 2025 – Forum Kemitraan untuk Penanggulangan Pekerja Anak di Sektor Pertanian (PAACLA Indonesia) menggelar rangkaian kegiatan Seminar Nasional, Rapat Tahunan, dan Konsultasi Anak 2025 di Hotel Golden Palace, Nusa Tenggara Barat. Dengan mengusung tema “Dari Komitmen ke Aksi: Bersama Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Tanpa Pekerja Anak,” kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam menanggulangi pekerja anak di sektor pertanian dan memastikan rantai pasok yang bebas dari praktik pekerja anak.

Forum Strategis dan Partisipatif

Rangkaian kegiatan PAACLA 2025 mencakup tiga agenda utama:

  1. Seminar Nasional, yang menghadirkan para pakar dan praktisi dari pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil untuk membahas strategi keberlanjutan sektor pertanian bebas pekerja anak.
  2. Rapat Tahunan PAACLA Indonesia, yang diikuti oleh 36 institusi anggota PAACLA Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia untuk merumuskan arah strategis dan rencana aksi bersama.
  3. Konsultasi Anak, yang menjadi ruang partisipasi bagi anak-anak dari berbagai daerah untuk menyampaikan pandangan, aspirasi, dan solusi mereka dalam isu pekerja anak di sektor pertanian.

Acara Seminar Nasional, Rapat Tahunan PAACLA Indonesia, dan Konsultasi Anak Tahun 2025, diawali oleh penampilan anak-anak dari perwakilan anak dampingan desa di Lombok dan Jember menampilkan tarian khas masing-masing daerah. Tarian Kembang Sembah ditampilkan oleh perwakilan anak-anak di Lombok, tarian ini merupakan tarian penyambutan khas sasak untuk menyambut tamu kehormatan. Tidak hanya penampilan dari anak di Lombok, perwakilan anak desa Wringintelu Kabupaten Jember juga turut menampilkan Tarian Bujang Ganong. Selain penampilan tari, perwakilan anak di Lombok juga menampilkan puisi berantai tentang pekerja anak, yang membuat para peserta yang hadir di ruangan pun ikut terbawa suasana hingga tidak banyak dari mereka meneteskan air matanya. Perwakilan anak tidak hanya menampilkan tarian dan puisi saja, tetapi pembacaan doa juga dilakukan oleh perwakilan Forum Anak Desa Borok Toyang, Kab. Lombok Timur.  

Setelah rangkaian pembuka yang diisi oleh perwakilan forum anak. Selanjutnya, Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas/Koordinator PAACLA Indonesia, Ibu NUR HYGIAWATI RAHAYU memberikan sambutannya sekaligus pengingat terhadap kita semua tentang pentingnya komitmen dalam upaya penghapusan pekerja anak di sektor pertanian. “Ada indikator yang dipantau terus, dan ini menjadi komitmen kita bersama, bahwa masih ada hal-hal yang harus diselesaikan terkait pekerja anak. Komitmen ini kami tuangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah 2025 – 2029 khususnya dalam hal perlindungan anak.” tegasnya. 

Rangkaian acara Seminar Nasional, Rapat Tahunan PAACLA Indonesia, dan Konsultasi Anak Tahun 2025 dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan, BAPAK Dr. AHSANUL KHALIK. Dalam sambutannya beliau tentunya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PAACLA Indonesia, selain itu beliau juga mendorong pembentukan forum multipihak pada berbagai tingkatan, mulai dari desa, kabupaten, dan provinsi, penguatan pengawasan yang terstruktur kepada perusahaan  agar mematuhi standar bebas pekerja anak. 

Setelah dilakukan pembukaan oleh bapak Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan, acara dilanjut dengan pemberian sertifikat keanggotaan PAACLA Indonesia kepada dua anggota baru PAACLA Indonesia, yaitu IDFOS Indonesia dan PT.FINDORA INTERNUSA. Sertifikat diserahkan langsung oleh ibu Nur Hygiawati Rahayu selaku Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas/Koordinator PAACLA Indonesia. 

DIHADIRI OLEH BERBAGAI PEMANGKU KEPENTINGAN KUNCI DAN JUGA PERWAKILAN ANAK

Kegiatan Seminar Nasional, Rapat Tahunan PAACLA Indonesia, dan Konsultasi Anak 2025 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci, mulai dari Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Sosial Kemasyarakatan, Dr. Ahsanul Khalik, hingga Direktur Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Koordinator PAACLA Indonesia, Ibu Nur Hygiawati Rahayu. Turut hadir pula Direktur Kepatuhan HAM bagi Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha Kementerian Hukum dan HAM, Ibu Siti Fajar Ningrum, serta Koordinator Bidang Norma Perlindungan Pekerja Perempuan dan Anak Kementerian Ketenagakerjaan, Ibu Wiwin Diana Supyawati, S.Si. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, para kepala dinas dan kantor wilayah dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, dan Jember. Kehadiran konsultan ECLT Foundation, perwakilan Forum Anak desa dampingan proyek KESMPATAN dan ACCLAIM, Forum Anak Provinsi, serta anak-anak dampingan dari berbagai anggota PAACLA Indonesia semakin memperkaya perspektif dalam rangkaian diskusi dan konsultasi tahun ini.

SEMINAR NASIONAL SESI 1: 

KERANGKA KEBIJAKAN BISNIS DAN HAM DI PERUSAHAAN DAN RANTAI PASOK PERTANIAN

  • Tuntutan Global dan Tantangan Penanggulangan Pekerja Anak di Pertanian dalam perspektif Bisnis dan HAM: INDAH BUDIANI, Direktur Eksekutif the Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD)
  • Penguatan Uji Tuntas HAM di Perusahaan dan Rantai Pasok Pertanian : SITI FAJAR NINGRUM, Direktur Kepatuhan HAM bagi Masyarakat, Komunitas dan Pelaku Usaha Kementerian HAM
  • Peran Perusahaan dalam Memperkuat Kepatuhan Rantai Pasok di Pertanian: KURNIAWAN EKA, Industrial Collaborative Initiative (ICI)

Pidato Kunci: Penguatan Kolaborasi Pemerintah untuk Penghapusan Pekerja Anak

Dalam rangkaian acara ini, disampaikan pula Pidato Kunci oleh Deputi Perlindungan Khusus Anak (PKA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ibu Ratna Susianawati, yang menyoroti komitmen pemerintah dalam melindungi anak dari praktik pekerja anak, khususnya di sektor pertanian. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif PAACLA Indonesia yang pada tahun ini tidak hanya mengadakan rapat tahunan, tetapi juga melibatkan KemenPPPA secara intens dalam proses diskusi dan penyusunan langkah strategis.

Ibu Ratna menyampaikan bahwa pemerintah menyambut baik ruang kolaborasi yang dibangun oleh PAACLA Indonesia, terutama dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menurunkan angka pekerja anak di tanah air. Ia menegaskan pentingnya saling memberikan dukungan, pandangan, dan gagasan untuk memastikan bahwa setiap upaya yang dilakukan memiliki arah yang jelas dan berdampak nyata bagi perlindungan anak. Melalui kolaborasi berkelanjutan, pemerintah berharap gerakan kolektif ini mampu mempercepat tercapainya target Indonesia bebas pekerja anak.

SEMINAR NASIONAL SESI 2: 

BERBAGI PRAKTIK BAIK KOLABORASI DAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP BISNIS DAN HAM DALAM PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI SEKTOR PERTANIAN

  • ERLINA PANITRI ; PT. Wilmar Group 
  • MARHADI ; CV. Restu Sejati
  • SERLINA ; PT. Cargill
  • MISRAN LUBIS: PAACLA Indonesia

Menuju Pertanian Ramah Anak dan Berdaya Saing Global

Melalui kegiatan ini, PAACLA Indonesia berupaya:

  • Mengonsolidasikan komitmen lintas sektor untuk aksi nyata penanggulangan pekerja anak di pertanian,
  • Memetakan langkah strategis memperkuat daya saing komoditas pertanian Indonesia sesuai standar keberlanjutan global,
  • Menggali pembelajaran dari program anggota PAACLA, serta
  • Merumuskan suara dan aspirasi anak agar menjadi bagian integral dari kebijakan dan program pemerintah maupun korporasi.

Dalam rangkaian Seminar Nasional, Rapat Tahunan PAACLA Indonesia, dan Konsultasi Anak 2025, Executive Director ECLT Foundation, Innocent Mugwagwa, menyampaikan pidato penting mengenai strategi global dan kepemimpinan kolaboratif untuk mengakhiri pekerja anak di sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Mugwagwa menegaskan bahwa upaya penghapusan pekerja anak tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan kemitraan strategis yang kuat, keberlanjutan kelembagaan, serta tindakan nyata lintas sektor. Mugwagwa membuka pidatonya dengan apresiasi terhadap kemajuan kolaborasi yang telah dibangun antara ECLT Foundation, PAACLA Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa capaian saat ini merupakan hasil dari kerja sama yang konsisten dan visi yang sejalan dalam melindungi anak-anak dari risiko pekerjaan berbahaya di sektor pertanian.

KONSULTASI ANAK

Perhelatan Seminar Nasional, Rapat Tahunan PAACLA Indonesia, dan Konsultasi Anak tahun 2025 ini bertepatan dengan Hari Anak Sedunia, yang rutin setiap tahunnya dirayakan setiap tanggal 20 November. Sesi konsultasi anak dalam rangkaian kegiatan tahun ini menjadi ruang penting untuk memastikan suara anak benar-benar terdengar dan diakui dalam upaya global menuju Penghapusan Pekerja Anak. Momentum Hari Anak Sedunia dimanfaatkan untuk memperkuat pesan bahwa strategi dan kebijakan tidak akan efektif tanpa keterlibatan langsung mereka yang paling terdampak. Dalam sesi ini Forum Anak berpartisipasi pada konsultasi di tingkat global, yang dilakukan oleh Global March. Perwakilan forum anak turut menyuarakan apa yang menjadi rekomendasi dan juga situasi pekerja anak di Indonesia melalui pertemuan online.

Melalui proses dialog dan penggalian pengalaman hidup, anak-anak peserta konsultasi menyampaikan pandangan, kebutuhan, dan rekomendasi yang mereka nilai penting untuk membentuk agenda sekaligus rekomendasi untuk para pemangku kepentingan kunci.

Kegiatan ini menegaskan kembali komitmen PAACLA Indonesia untuk memastikan bahwa suara anak bukan hanya didengar, tetapi juga berpengaruh dalam gerakan global menuju dunia tanpa pekerja anak.

RAPAT TAHUNAN PAACLA INDONESIA

Pada hari kedua, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Tahunan PAACLA Indonesia, yang dihadiri oleh seluruh anggota PAACLA dari berbagai sektor. Sesi ini menjadi ruang evaluasi bersama untuk melihat kembali perjalanan kolaborasi sepanjang tahun. Kepala Sekretariat Nasional PAACLA Indonesia menyampaikan Laporan, Refleksi, dan Pembelajaran PAACLA Indonesia, memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian, tantangan, dan perkembangan kemitraan dalam mengatasi pekerja anak, khususnya di sektor pertanian.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan draft Rencana Aksi PAACLA Indonesia 2025–2028 oleh Arum Ratnawati, Monitoring & Evaluation Officer dari Proyek ACCLAIM. Dokumen rencana aksi ini menjadi panduan strategis baru bagi seluruh anggota untuk memperkuat koordinasi dan langkah-langkah bersama dalam periode tiga tahun ke depan.

Untuk memperdalam pembahasan, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok—kelompok pemerintah, kelompok perusahaan, dan kelompok CSO—untuk melakukan diskusi terfokus mengenai penyempurnaan rencana aksi tersebut. Setiap kelompok membahas perspektif, kebutuhan, dan kontribusi masing-masing sektor terhadap implementasi rencana aksi yang lebih efektif.

Sebagai penutup, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka, termasuk rekomendasi yang dihasilkan oleh anak-anak peserta konsultasi. Kehadiran dan suara anak dalam rapat tahunan ini menjadi pengingat bahwa strategi penghapusan pekerja anak harus dibangun dengan menempatkan pengalaman dan kebutuhan mereka sebagai pusat perhatian. Dengan demikian, rapat tahunan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat arah gerakan bersama menuju Indonesia bebas pekerja anak.

KUNJUNGAN PAACLA INDONESIA KE DESA GENGGELANG DAN DESA SELELOS, KAB. LOMBOK UTARA

Selain rangkaian seminar dan konsultasi anak, kegiatan tahun ini juga diisi dengan kunjungan lapangan PAACLA Indonesia ke desa-desa percontohan pemantauan dan remediasi pekerja anak. Rombongan yang terdiri dari perwakilan pemerintah, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil disambut meriah dengan pertunjukan Gendang Beleq kesenian musik dan tari tradisional khas suku Sasak di Lombok, yang sekaligus menjadi ungkapan selamat datang dan penghormatan bagi para tamu.

Dalam suasana penuh kehangatan, para kepala desa memaparkan profil wilayah mereka, mulai dari komoditas pertanian unggulan hingga perubahan kondisi pekerja anak sebelum dan sesudah hadirnya proyek percontohan melalui program ACCLAIM. Cerita-cerita tersebut memberi gambaran nyata tentang bagaimana sistem pemantauan dan remediasi berbasis desa mampu memberikan dampak perubahan, mulai dari meningkatnya kesadaran masyarakat, berkurangnya jumlah anak yang bekerja, hingga hadirnya mekanisme rujukan yang lebih tertata bagi anak-anak yang memerlukan dukungan.

Kunjungan ini juga diisi dengan paparan perkembangan program, capaian setiap desa, serta sesi dialog dan diskusi bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan lokal. Melalui interaksi langsung ini, peserta kunjungan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik baik, tantangan lapangan, dan peluang keberlanjutan program dalam upaya mengakhiri pekerja anak di tingkat tapak. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen bersama bahwa perubahan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, sektor swasta, LSM, dan komunitas desa sebagai garda terdepan. 


Tentang PAACLA Indonesia
Partnership for Action Against Child Labour in Agriculture (PAACLA Indonesia) adalah forum kemitraan multi-pihak yang dibentuk untuk memperkuat aksi nasional dalam menghapus pekerja anak di sektor pertanian. PAACLA menghimpun berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, dunia usaha, serikat pekerja, masyarakat sipil, akademisi untuk membangun pertanian yang berkelanjutan dan bebas pekerja anak.

Kontak Media:
Sekretariat Nasional PAACLA Indonesia
📧 paacla.indonesia@gmail.com
🌐 www.paaclaindonesia.org
📍Jakarta, Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *