PAACLA Indonesia Jalin Audiensi Strategis dengan Dirjen Kepatuhan dan Pelayanan HAM KemenHAM RI
1 August 2025
PAACLA Indonesia Gandeng KADIN untuk Perluas Gerakan Penanggulangan Pekerja Anak di Sektor Pertanian
14 August 2025
PAACLA Indonesia Jalin Audiensi Strategis dengan Dirjen Kepatuhan dan Pelayanan HAM KemenHAM RI
1 August 2025
PAACLA Indonesia Gandeng KADIN untuk Perluas Gerakan Penanggulangan Pekerja Anak di Sektor Pertanian
14 August 2025

Webinar Berbagi Pengalaman: Tindak Lanjut ToT Panduan Praktik Ketenagakerjaan dalam Penanggulangan Pekerja Anak di Sektor Pertanian

31 Juli 2025 – Sebagai kelanjutan dari peluncuran Pedoman “Praktik Ketenagakerjaan untuk Penanggulangan Pekerja Anak: Bagi Perusahaan dan Rantai Pasok di Pertanian”, PAACLA Indonesia menyelenggarakan rangkaian kegiatan Training of Trainers (ToT) yang membekali perwakilan anggota dan mitra dengan kapasitas menjadi pelatih pedoman tersebut.

ToT yang berlangsung dalam dua batchpada 12–13 Februari 2025 dan 26–27 Februari 2025 ini diikuti oleh 56 peserta dari berbagai latar belakang: perusahaan, pengawas ketenagakerjaan, serikat buruh, hingga penyuluh pertanian. Seluruh peserta kemudian menyusun rencana tindak lanjut dengan target minimal menyelenggarakan satu pelatihan di lingkup organisasinya, perusahaan atau rantai pasok, serta di komunitas petani dan buruh dengan jumlah peserta sekurang-kurangnya 10 orang.

Untuk mendukung tindak lanjut tersebut, Proyek ACCLAIM memberikan asistensi teknis sekaligus dukungan pembiayaan bagi peserta ToT dari unsur pemerintah, serikat buruh, dan penyuluh pertanian. Sementara itu, peserta dari unsur perusahaan dan organisasi internasional menanggung pembiayaan kegiatan melalui institusinya masing-masing. Setiap master trainer diberi keleluasaan memilih topik yang relevan dengan kebutuhan lapangan, dengan tetap merujuk pada materi dalam pedoman praktik ketenagakerjaan.

Hingga akhir Juni 2025, sebanyak 28 dari 56 master trainer telah melaksanakan tindak lanjut pelatihan di komunitas masing-masing dan berhasil menjangkau 557 petani dan buruh di berbagai wilayah. Sebagai upaya mendokumentasikan pembelajaran, praktik baik, dan tantangan dari proses sosialisasi ini, PAACLA Indonesia menyelenggarakan Webinar Berbagi Pengalaman pada 31 Juli 2025 secara daring melalui Zoom Meeting.

Webinar yang dimoderatori oleh Arum Ratnawati (M&E Officer Proyek ACCLAIM) dihadiri 19 peserta dari unsur pemerintah, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil. Sementara itu, sebanyak 28 master trainer yang telah menyelenggarakan tindak lanjut pelatihan turut menjadi narasumber. Sebagai pemantik diskusi, beberapa di antaranya berbagi pengalaman langsung, yaitu:

  • Dimitri Oki Kusuma Dewi, SH – Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, dengan pengalaman sosialisasi/training bagi karyawan PT Djarum Temanggung.
  • Agus Supriyanto, SP – PT Alliance One Indonesia, berbagi praktik Mobile Training dalam Farmer Campaign.
  • Serlina Rantetandung – PT Cargill, mengenai implementasi kebijakan perusahaan dan upaya penanggulangan pekerja anak di sektor kakao.
  • Suryanto – Ketua Gapoktan Kesilir Jaya Jember, tentang sosialisasi hak anak dan pekerja bagi petani tembakau.
  • Nita Kusuma – PT DSN Group, dengan pengalaman sosialisasi “Sawit Anti Pekerja Anak” kepada karyawan koperasi mitra.
  • Sawal, S.Psi – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan, yang melaksanakan sosialisasi isu pekerja anak di PT Malindo Feedmill.

Paparan para narasumber menegaskan pentingnya pelatihan dan sosialisasi berkelanjutan terkait penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian. Peserta pelatihan menilai kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran, memperkuat pemahaman hak-hak anak, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan rantai pasok pertanian yang ramah anak.

Melalui webinar ini, PAACLA Indonesia menegaskan kembali peran kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, perusahaan, serikat buruh, maupun masyarakat yang juga sebagai kunci dalam menekan praktik pekerja anak di sektor pertanian. (VBL_Mia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *