Kartu Merah untuk Pekerja Anak: Indonesia Apresiasi 10 Perusahaan lewat PAACLA Award 2026 di Tengah Peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak
19 June 2026
Hari Anak Nasional 2026: Minamas Plantation dan PAACLA Indonesia Dorong Terwujudnya Sawit Ramah Anak 
22 July 2026
Kartu Merah untuk Pekerja Anak: Indonesia Apresiasi 10 Perusahaan lewat PAACLA Award 2026 di Tengah Peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak
19 June 2026
Hari Anak Nasional 2026: Minamas Plantation dan PAACLA Indonesia Dorong Terwujudnya Sawit Ramah Anak 
22 July 2026

Perkuat Pengawasan Pekerja Anak di Sektor Informal, Lebih dari 400 Pengawas Ketenagakerjaan Ikuti Webinar Series PAACLA Indonesia


Jakarta, Juli 2026 – PAACLA Indonesia bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) dan JARAK, dengan dukungan ECLT Foundation serta International Labour Organization (ILO), sukses menyelenggarakan Webinar Series Bagi Pengawas Ketenagakerjaan: Penguatan Pemahaman Pengawasan Pekerja Anak di Sektor Informal Rantai Pasok Pertanian pada 14–17 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kapasitas pengawas ketenagakerjaan dalam mencegah dan menanggulangi pekerja anak di sektor informal rantai pasok industri pertanian.

Webinar series ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengawas ketenagakerjaan dalam melakukan pengawasan terhadap pekerja anak di sektor informal yang selama ini memiliki karakteristik kompleks dan sering kali berada di luar jangkauan mekanisme pengawasan ketenagakerjaan konvensional. Selain menjadi forum peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi media diseminasi awal Panduan Intervensi Pengawasan Pekerja Anak di Sektor Informal Rantai Pasok Industri Pertanian, yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengawas ketenagakerjaan dalam melaksanakan tugas pengawasan di berbagai daerah.

Membekali Pengawas Ketenagakerjaan Menghadapi Tantangan di Sektor Informal


Kegiatan dibuka oleh Plt. Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan (Binariksa) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Sri Astuti, yang menyampaikan sambutan sekaligus pengantar substantif mengenai pentingnya penguatan kapasitas pengawas ketenagakerjaan dalam menghadapi tantangan pengawasan pekerja anak di sektor informal. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa pengawas ketenagakerjaan memiliki peran strategis dalam memastikan perlindungan hak-hak anak melalui penegakan norma ketenagakerjaan.

Sri Astuti juga memberikan gambaran umum mengenai konsep rantai pasok (global supply chain) industri pertanian, yang menunjukkan bagaimana keterkaitan proses produksi dari hulu hingga hilir dapat memunculkan risiko pekerja anak pada berbagai mata rantai, khususnya di sektor informal yang membutuhkan pendekatan pengawasan yang lebih adaptif dan kolaboratif.

Memahami Mandat Pengawasan dan Tantangan Regulasi


Materi utama webinar dilanjutkan dengan paparan mengenai Mandat dan Kewenangan Pengawasan Pekerja Anak di Sektor Informal, yang disampaikan melalui tayangan video oleh Abdul Hakim, Programme Officer International Labour Organization (ILO) Indonesia dan Timor-Leste.

Dalam paparannya, Abdul Hakim menjelaskan mandat pengawas ketenagakerjaan dalam perlindungan pekerja anak, mengulas kesenjangan regulasi yang masih dihadapi dalam pengawasan sektor informal, serta berbagai tantangan implementasi pengawasan di lapangan. Materi tersebut juga menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem pengawasan dan memperluas perlindungan terhadap anak yang berisiko maupun terlibat dalam pekerjaan di sektor pertanian.

Pembelajaran Interaktif bagi Lebih dari 400 Pengawas Ketenagakerjaan

Sesi ini difasilitasi langsung oleh Arum Ratnawati – Monitoring & Evaluation Officer dari ACCLAIM project

Untuk mendorong pembelajaran yang lebih interaktif, webinar dirancang menggunakan pendekatan partisipatif yang memadukan paparan narasumber, diskusi dan sesi tanya jawab, permainan interaktif berbasis studi kasus bertajuk “Pekerja Anak vs Bukan Pekerja Anak”, sesi berbagi pengalaman dari praktisi lapangan, serta pelaksanaan pre-test dan post-test sebagai alat ukur peningkatan pemahaman peserta.

Keempat narasumber membagikan pengalaman mengenai proses identifikasi pekerja anak, pelaksanaan pengawasan di sektor informal, koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, hingga pelaksanaan remediasi terhadap anak yang teridentifikasi bekerja. Berbagai pembelajaran tersebut memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus menunjukkan bahwa penanganan pekerja anak memerlukan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan yang berpusat pada kepentingan terbaik bagi anak.

Belajar dari Praktik Baik Pengawas Ketenagakerjaan


Sebagai pelengkap materi konseptual, setiap seri webinar menghadirkan sesi berbagi pengalaman (sharing session) dari pengawas ketenagakerjaan yang terlibat dalam uji coba lapangan pengawasan pekerja anak di sektor informal rantai pasok pertanian. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pembelajaran langsung mengenai praktik baik, tantangan, serta strategi yang diterapkan dalam mengidentifikasi, menangani, dan melakukan tindak lanjut terhadap temuan pekerja anak di lapangan.

Pada Series 1 tanggal 14 Juli 2026, pengalaman praktik lapangan dibagikan oleh Lisbet Siregar dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Barat. Selanjutnya pada Series 2 tanggal 15 Juli 2026, sesi berbagi pengalaman disampaikan oleh Baiq Evi Dian Kusuma Dewi, S.Sos., dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pada Series 3 tanggal 16 Juli 2026, materi praktik disampaikan oleh Agus Akhmad Ubaidillah dari Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, Series 4 tanggal 17 Juli 2026 menghadirkan Ahmad Sholeh, S.E., Kepala Satuan Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah Banyumas, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, yang berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan pengawasan dan praktik baik di lapangan.

Peserta Webinar Pengawas Ketenagakerjaan dari Penjuru Daerah di Indonesia

Webinar series ini diikuti oleh lebih dari 400 pengawas ketenagakerjaan yang berasal dari 22 provinsi di Indonesia. Para peserta merupakan pengawas ketenagakerjaan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dinas Tenaga Kerja tingkat provinsi, serta Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota yang memiliki tugas dan fungsi dalam pengawasan norma ketenagakerjaan. Pelaksanaan webinar dibagi ke dalam empat seri dengan sekitar 200 peserta pada setiap sesi guna memastikan efektivitas proses pembelajaran dan diskusi.

Adapun peserta Series 1 berasal dari Provinsi Aceh, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Lampung. Series 2 diikuti oleh peserta dari Provinsi Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Series 3 menghadirkan pengawas ketenagakerjaan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, sedangkan Series 4 diikuti oleh peserta dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua.

Seluruh rangkaian webinar difasilitasi oleh Sekretariat Nasional PAACLA Indonesia yang bertindak sebagai moderator dan fasilitator selama kegiatan berlangsung. Tim Sekretariat Nasional memandu jalannya diskusi, sesi berbagi pengalaman, permainan interaktif, hingga evaluasi pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang partisipatif dan mendorong pertukaran pengalaman antarpengawas ketenagakerjaan dari berbagai wilayah.

Memperkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Bebas Pekerja Anak

Melalui penyelenggaraan webinar series ini, PAACLA Indonesia bersama Kemnaker RI, JARAK, ILO, dan ECLT Foundation berharap para pengawas ketenagakerjaan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengawasan pekerja anak di sektor informal rantai pasok pertanian, sekaligus mampu menerapkan pendekatan pengawasan yang lebih efektif sesuai dengan dinamika di lapangan.

Penguatan kapasitas ini diharapkan dapat memperluas implementasi pengawasan yang responsif terhadap perlindungan anak serta memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mewujudkan sektor pertanian yang bebas dari pekerja anak dan mendukung tercapainya target Indonesia Bebas Pekerja Anak 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *