
PAACLA Indonesia Siapkan Pelatih Penanggulangan Pekerja Anak di Rantai Pasok Industri Pertanian
27 October 2025
New Profile of PAACLA Indonesia
31 October 2025Mengapresiasi Talenta Anak di 4 Desa Proyek Pilot SPRPA PKM Jember, Menuju Generasi Bebas Pekerja Anak

Patempuran dan Sukoreno, 2025 – Dalam rangka memberikan apresiasi serta ruang ekspresi positif bagi anak-anak yang terlibat dalam Program Kegiatan Masyarakat (PKM) di 4 desa Proyek Pilot Sistem Penanggulangan Pekerja Anak (SPRPA), sejumlah perlombaan telah mulai digelar. Lomba perdana yaitu Lomba Hadrah dan Lomba Kasti sukses dilaksanakan pada Sabtu, 26 Oktober 2025, diikuti oleh antusiasme tinggi dari anak-anak PKM dan Forum Anak Desa (FAD) dari desa Patempuran, Sukoreno, Kesilir, dan Wringintelu.
Kegiatan ini merupakan inisiatif kolaboratif yang didukung oleh Fasilitator Daerah (Fasda) dan Fasilitator Desa (Fasdes) sebagai upaya nyata pencegahan dan penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian.
Harmoni Pesan: Lomba Hadrah di Desa Patempuran
Lomba Hadrah berlangsung meriah di Balai Desa Patempuran. Acara ini menjadi panggung bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat sekaligus menyuarakan pesan penting. Sebanyak 120 orang hadir, terdiri dari 80 anak peserta dan 40 undangan penting.
Dihadiri oleh:
- Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kalisat
- Kepala Desa (Kades) Patempuran dan Kades Kesilir
- Sekretaris Desa (Sekdes) dari Wringintelu dan Patempuran
- Ketua TP PKK Patempuran dan Kesilir
- Babinsa, Babinkamtibmas
- GTDLA (Gugus Tugas Daerah Layak Anak), Fasda, Fasdes, Tutor PKM, Mahasiswa KKN UIN KHAS, FAD, serta orang tua.
Setiap tim hadrah membawakan 1 lagu wajib yaitu Yalal Wathon dan 1 lagu kreasi bertema Pekerja Anak. Puncak ekspresi anak-anak juga diperlihatkan melalui penampilan drama dari PKM Patempuran yang secara tegas menyuarakan “Stop Pekerja Anak.” Penilaian dewan juri mencakup 3 aspek krusial: Adab, Pukulan, dan Vokal.
Setelah melalui penilaian ketat, Tim Hadrah Kesilir berhasil keluar sebagai Juara 1 dengan skor tertinggi (92). Posisi kedua diraih oleh Tim Hadrah Wringintelu (skor 86), disusul oleh Tim Hadrah Patempuran sebagai Juara 3 (skor 85), dan Tim Hadrah Sukoreno di posisi keempat (skor 80).
Semangat Sportivitas: Lomba Kasti di Desa Sukoreno

Sementara itu, energi dan semangat sportivitas membara dalam Lomba Kasti yang diadakan di Lapangan Gumuk Baung, Desa Sukoreno. Lomba ini diikuti oleh 80 orang (50 anak dan 30 dewasa) dan menggunakan sistem gugur yang ketat.
Pertandingan berlangsung seru dengan hasil akhir:
- Babak Penyisihan: Patempuran mengalahkan Sukoreno (Tim Patempuran menang dua kali beruntun). Sementara Kesilir mengalahkan Wringintelu yang menyatakan menyerah.
- Semi-Final: Kesilir berhasil dikalahkan oleh Sukoreno.
- Final: Patempuran berhadapan dengan Sukoreno dan dimenangkan oleh Tim Patempuran.
Daftar Juara Lomba Kasti:
- Juara 1: Patempuran
- Juara 2: Sukoreno
- Juara 3: Kesilir
- Juara 4: Wringintelu
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekdes Kesilir, Sekdes Wringintelu, Fasda, Fasdes, GTDLA, FAD dan PKM 4 desa, wasit, hakim garis, tutor PKM, mahasiswa KKN UIN KHAS, serta orang tua. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen multipihak dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
“Kegiatan lomba ini bukan hanya ajang mencari juara, namun lebih dari itu, sebagai wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan kolaborasi di antara anak-anak. Semangat mereka hari ini adalah bukti bahwa masa depan mereka adalah prioritas kita bersama, menjauhkan mereka dari jerat pekerja anak,” ujar perwakilan Fasda di sela-sela acara.
Kegiatan berikutnya yang tak kalah menarik, yaitu Lomba Tari di Desa Kesilir dan Lomba Fashion Show berbahan bekas di Desa Wringintelu, telah disepakati untuk dilaksanakan pada bulan November 2025.



1 Comment
Bagus sekali kegiatan di desa, variatif dan memberi anak-anak ruang bertanding dengan sportif. Senang melihat perkembangannya.