Momentum Untuk Bekerja Lebih Keras Dalam Penanggulangan Pekerja Anak

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

“Dengan kegiatan ini diharapkan tumbuh adanya komitmen bersama untuk melindungi anak-anak Indonesia agar mereka menjadi anak yang tangguh, anak yang mandiri dan anak yang berguna bagi bangsa dan negara agar bisa menjadi bangsa yang maju dan besar kelak di kemudian hari nanti.”

Sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI, Ibu Ida Fauziyah ini memberikan semangat kepada seluruh peserta Webinar Nasional Pandemi Covid-19: Tantangan dan Strategi Penanggulangan Pekerja Anak Secara Kolektif dan Berkelanjutan, dalam rangka Peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, 12 Juni 2020. Kegiatan yang digagas oleh Seknas PAACLA Indonesia, JARAK, bekerja sama dengan ILO, Kemnaker dan ECLT ini menjadi momen penting untuk merespon perkembangan situasi pekerja anak di Indonesia sebagai dampak pandemi Covid-19. Dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dan live streaming Youtube, kegiatan ini diikuti oleh 413 peserta.

Berdasarkan data Kemnaker, sampai dengan April 2020 terdapat 2,8 juta orang mengalami PHK, hal ini secara langsung dan tidak langsung berdampak terhadap bertambahnya pekerja anak di Indonesia karena biasanya anak-anak dilibatkan dalam pekerjaan untuk membantu kelangsungan hidup keluarganya.

Upaya Indonesia dalam melakukan pengurangan pekerja anak mendapatkan apresiasi dari ILO, disampaikan oleh Ibu Michiko Miyamoto (Direktur ILO Jakarta dan Timor Leste), semua itu berkat kerjasama yang dibangun dengan banyak pihak. Berbekal kemampuan itu, diharapkan Indonesia bisa mengatasi pekerja anak yang timbul karena dampak pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan ini pula, diluncurkan website PAACLA Indonesia sebagai Pusat Data dan Informasi Pekerja Anak Nasional. Ibu Mahatmi P. Saronto, Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian PPN/BAPPENAS selaku Koordinator Nasional PAACLA Indonesia, mengajak berbagai pihak untuk memanfaatkan website ini sebagai media pembelajaran bersama dan menampung praktek-praktek baik yang telah dilakukan oleh berbagai pihak dalam upaya penanggulangan pekerja anak.

Webinar ini mengundang empat  narasumber yaitu; Bapak Asep Gunawan (Direktur PNKPA Kemnaker), Bapak Irham Ali Saefudin (ILO Indonesia),  Ibu Widjajanti (Direktur SMERU Research Institute), dan Bapak Anwar Sholihin (Direktur LPKP Jawa Timur), serta dua penanggap yaitu; Ibu Valentina Ginting (Kemen PPPA R.I), dan Sumarjono Saragih (GAPKI Pusat/Sektor Bisnis).

Paparan narasumber menyampaikan tantangan pandemi Covid-19 ini berefek jangka panjang, bahkan pada saat sekolah nantinya dimulai, anak-anak bisa jadi tidak melanjutkan pendidikan karena merasa tidak mampu mengikuti proses pembelajaran dengan pola yang baru. Dan karena orang tuanya mengalami PHK dan berada dalam kondisi sulit, mendorong anak memasuki pekerjaan bahkan pada pilihan pekerjaan yang terburuk.

Dengan situasi 71% pekerja anak berada di sektor pertanian, penting melakukan intervensi di desa-desa. Belajar dari pengalaman LPKP Jatim mendorong terbentuknya Desa Layak Anak, kegiatan yang dirancang mencakup penyadaran tentang Hak Anak, merancang pusat kegiatan anak dan komunitas serta mendorong kebijakan yang mendukung penghapusan pekerja anak di tingkat desa.

Tidak bisa dipungkiri, situasi saat ini menuntut kerja keras dari semua pihak, karena itu penanganan pekerja anak harus dari proses pencegahan sampai pada penanganan kasusnya, imbuh Ibu Valentina. Peran sektor bisnis pun dapat ditingkatkan dengan memperluas program-program aksi dilakukan para area-area kerja perusahaan dan mendukung pengurangan pekerja anak dengan model desa ramah anak, hal itu ditekankan oleh Sumarjono Saragih dalam memberikan tanggapan.

Di akhir sesi, Achmad Marzuki, Direktur Eksekutif JARAK selaku moderator memberikan catatan penting dari Webinar Nasional ini, yaitu kemitraan dalam penanggulangan pekerja anak merupakan cara paling strategis dan akan memberikan dampak positif bagi anak-anak yang saat ini berada dalam resiko tinggi menjadi pekerja anak, di sisi lain menguatnya kemitraan multi pihak akan berkontribusi pada ketahanan Indonesia menghadapi dampak pandemi Covid-19.  Oleh karenanya PAACLA Indonesia menjadi wadah strategis untuk kemitraan tersebut. (vbl)