Program KESEMPATAN Menginisiasi Buku Daftar Pekerjaan Berbahaya Bagi Anak di Sektor Pertanian

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Tabel Pekerjaan Berbahaya

Studi Diagnostik Pekerja Anak yang dilakukan oleh SMERU pada 2016 menunjukkan adanya 36 aktivitas di perkebunan tembakau yang masuk dalam kategori pekerjaan berbahaya. Hal ini mendorong Program KESEMPATAN yang saat ini bekerja di Nusa Tenggara Barat (Lombok Tengah dan Lombok Timur) dan Jawa Timur (Probolinggo, Lumajang, dan Jember) melakukan inisiasi menyusun Buku Daftar Pekerjaan-pekerjaan Berbahaya Bagi Anak di Sektor Pertanian, khususnya tembakau.

Buku ini dirancang sebagai paket informasi yang akan menjadi bahan untuk melakukan sosialisasi di tingkat petani dan masyarakat. Kebutuhan ini dirasakan mendesak karena pemahaman tentang pekerja anak, apa yang dimaksud dengan pekerjaan berbahaya, dan bentuk pekerjaan-pekerjaan berbahaya bagi anak di kalangan petani dan masyarakat perdesaan masih perlu ditingkatkan. Kebutuhan petani untuk memperkenalkan pertanian kepada anak sebagai bentuk regenerasi petani perlu didukung dengan informasi yang mencukupi tentang perlindungan anak, pekerja anak, dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.

Dengan mendasarkan pada rujukan Konvensi ILO No. 138 tentang Batas Usia Minimum untuk Bekerja, Konvensi ILO No. 182 tentang tentang Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak, Undang-undang Ketenagakerjaan, Pedoman K3 dan hasil penelitian SMERU, buku ini disusun dengan melibatkan petani di desa sasaran dan mendiskusikan tahap-tahap pertanian tembakau, keterlibatan anak dalam setiap tahapnya serta potensi bahaya dan risiko pada anak.

Draf buku yang didiskusikan pada Rabu, 24 Juni 2020 mendapat tanggapan beragam dari para peserta yang terdiri dari perwakilan kementerian, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil dan para ahli di bidang K3 dan peneliti. Sebagai buku yang akan menjadi bahan sosialisasi di tingkat masyarakat, buku ini perlu dilengkapi dengan tampilan visual yang memudahkan pengguna memahami isi buku. Buku juga perlu dilengkapi dengan risk assessment yang bisa memastikan kategori bahaya dari setiap aktivitas yang dilakukan oleh anak.

Sebagai langkah awal penyusunan paket informasi, diskusi ini tentu menjadi dorongan bagi tim Program KESEMPATAN untuk melengkapi informasi dan menyajikan buku yang bisa menjadi alat belajar bagi petani dan masyarakat, panduan bagi para pengawas ketenagakerjaan di daerah serta arah penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian bagi seluruh stakeholder.

(vbl)