Lombok Timur Perkuat Kolaborasi Multipihak untuk Membangun Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak
8 June 2026
Red Card to Child Labour: Indonesia Honors 10 Companies with PAACLA Award 2026 for Their Efforts to Tackle Child Labour in Commemorating the World Day against Child Labour 2026
19 June 2026
Lombok Timur Perkuat Kolaborasi Multipihak untuk Membangun Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak
8 June 2026
Red Card to Child Labour: Indonesia Honors 10 Companies with PAACLA Award 2026 for Their Efforts to Tackle Child Labour in Commemorating the World Day against Child Labour 2026
19 June 2026

Sinar Mas Agribusiness and Food Bersama PAACLA Indonesia Perkuat Komitmen Wujudkan Lingkungan Ramah Anak di Sektor Perkebunan 

Kalimantan Tengah (11/6) – Dalam rangka memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak yang diperingati setiap 12 Juni sekaligus menyambut Hari Anak Nasional 2026, Sinar Mas Agribusiness and Food bersama PAACLA Indonesia, Eka Tjipta Foundation, Yayasan Buddha Tzu Chi, serta berbagai pemangku kepentingan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Suara Masa Depan, Setiap Anak Berarti” pada 11 Juni 2026 di wilayah operasional PT Mitrakarya Agroindo (MKA), Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.



Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak, sekaligus mendorong upaya pencegahan pekerja anak melalui kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil.

Acara dihadiri oleh Head of Education Eka Tjipta Foundation, Evelyn Widjaya; Regional Controller PT Sinarmas Kalimantan Tengah, Bambang Suhartono; Head of Upstream Stakeholders Engagement Operation Sustainability PT SMART Tbk, A.W. Boyce; perwakilan PAACLA Indonesia yang dipimpin oleh Misran Lubis; jajaran manajemen perusahaan; tenaga pendidik; orang tua; kader masyarakat; serta anak-anak dari lingkungan perkebunan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke TK Mutiara Bangsa, SD Eka Tjipta Katayang, dan Balai Penitipan Anak untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas yang disediakan perusahaan dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak. Selanjutnya, peserta mengunjungi SMP Eka Tjipta Katayang yang menjadi lokasi utama pelaksanaan acara.



Acara dibuka dengan registrasi peserta, sambutan dari para pemangku kepentingan, pembacaan komitmen bersama untuk anak Indonesia, serta pemutaran video “Suara Masa Depan” yang menampilkan aspirasi dan harapan anak-anak terhadap masa depan mereka. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian dan lagu khas Dayak Kalimantan Tengah yang dibawakan oleh siswa-siswi SD dan SMP Eka Tjipta Katayang. Penampilan tersebut menjadi simbol pentingnya mendengar dan menghargai suara anak sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak-hak mereka.



Dalam sambutannya, para narasumber menegaskan bahwa pencegahan pekerja anak tidak hanya diwujudkan melalui larangan mempekerjakan anak, tetapi juga melalui penyediaan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pengasuhan yang baik, perlindungan, serta ruang partisipasi yang aman merupakan fondasi penting dalam memastikan setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya.

Berbagai kegiatan interaktif turut mewarnai peringatan ini, mulai dari showcase Program Sekolah Adiwiyata, lokakarya batik ecoprint, hingga pembubuhan cap tangan seluruh peserta pada spanduk komitmen sebagai simbol dukungan terhadap perlindungan anak.

PAACLA Indonesia juga memfasilitasi sesi berbagi bertajuk “Ruang Digital yang Aman bagi Anak” yang dipandu oleh Arum Ratnawati. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami hak-hak anak di era digital, pentingnya literasi digital, serta upaya bersama dalam menciptakan ruang digital yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Pada sesi berikutnya, PAACLA Indonesia melalui Misran Lubis memaparkan konsep Sawit Indonesia Ramah Anak (SIRA) kepada jajaran manajemen perusahaan dan para pemangku kepentingan. Diskusi menitikberatkan pada penerapan Children’s Rights and Business Principles (CRBP), penguatan kebijakan perlindungan anak, pencegahan pekerja anak, serta pengembangan layanan dan fasilitas yang mendukung kesejahteraan anak dan keluarga pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.



Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, manajemen PT Mitrakarya Agroindo berkomitmen untuk mengintegrasikan isu perlindungan anak ke dalam program kerja Komite Gender serta program Dharma Wanita perusahaan sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak kembali menegaskan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, bermain, berpartisipasi, dan berkembang secara optimal tanpa terlibat dalam pekerjaan yang dapat menghambat pendidikan, kesehatan, maupun perkembangan mereka. Kolaborasi yang terus dibangun antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil diharapkan mampu mempercepat terwujudnya sektor perkebunan yang menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *