PAACLA Award 2026: Penghargaan Praktik Baik Penanggulangan Pekerja Anak di Pertanian
27 February 2026
Perkuat Konsolidasi, PAACLA Indonesia Gelar Pertemuan Komite Pengarah 2026
16 March 2026
PAACLA Award 2026: Penghargaan Praktik Baik Penanggulangan Pekerja Anak di Pertanian
27 February 2026
Perkuat Konsolidasi, PAACLA Indonesia Gelar Pertemuan Komite Pengarah 2026
16 March 2026

Sosialisasi Tentang Pekerja Anak oleh Tim GTDLA Desa Pandanwangi kepada Ibu-Ibu Posyandu

Menyapa Para Ibu di Posyandu: Percakapan Tentang Anak dan Musim Panen di Desa Pandanwangi, Lombok Timur

Kamis pagi, 5 Maret 2026, suasana Posyandu di Desa Pandanwangi, Lombok Timur terasa lebih ramai dari biasanya. Para ibu datang bersama anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan rutin pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah kegiatan tersebut, tim Gugus Tugas Desa Layak Anak (GTLA) Desa Pandanwangi memanfaatkan momen berkumpulnya para orang tua untuk melakukan sosialisasi tentang pekerja anak.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini bukan tanpa alasan. Dalam waktu dekat, masyarakat desa akan memasuki musim panen padi, yang kemudian disusul dengan musim tembakau. Pada masa-masa seperti ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian meningkat, dan tidak jarang anak-anak ikut terlibat membantu orang tua di ladang atau sawah.

Melalui sosialisasi ini, tim GTLA Desa Pandanwangi membuka ruang percakapan dengan para orang tua tentang pentingnya melindungi anak dari pekerjaan yang berisiko, serta memastikan mereka tetap mendapatkan haknya untuk belajar, bermain, dan tumbuh dengan baik.

Percakapan yang terjadi pun menggambarkan beragam pandangan di masyarakat.

Seorang ibu yang memiliki anak dalam kategori rentan menyampaikan rasa senangnya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, pertemuan seperti ini sangat bermanfaat bagi para orang tua. “Kami senang ada acara seperti ini. Semoga bisa ada setiap bulan,” ujarnya dengan antusias.

Namun tidak semua orang tua memiliki pandangan yang sama. Dalam diskusi yang berlangsung, ada juga ibu yang berpendapat bahwa anak perlu diajarkan bekerja sejak kecil agar kelak dapat mandiri. Ia menyampaikan, “Kalau kita tidak ajarkan dari kecil mencari uang, nanti besar tidak bisa mandiri. Kita sebagai orang tua juga tidak selamanya bisa mendampingi.”

Pandangan tersebut mencerminkan realitas yang sering ditemui di banyak desa, di mana bekerja sejak kecil kerap dianggap sebagai bagian dari proses belajar dan membentuk kemandirian anak.

Di sisi lain, seorang ibu yang anaknya pernah bekerja juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus dilakukan. Ia mengatakan bahwa sosialisasi ini membuka ruang bagi para orang tua untuk mendapatkan pemahaman baru. “Semoga program seperti ini terus berlanjut di desa kita,” tuturnya.

Beragam komentar dari para ibu tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan pekerja anak bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga tentang membangun dialog dan saling memahami perspektif yang ada di masyarakat.

Bagi tim GTLA Desa Pandan, pertemuan sederhana di Posyandu ini menjadi langkah kecil namun penting. Dari percakapan-percakapan seperti inilah kesadaran bersama perlahan tumbuh, bahwa masa depan anak-anak desa tidak hanya ditentukan oleh kerja keras hari ini, tetapi juga oleh kesempatan mereka untuk belajar, bermain, dan berkembang secara utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *