Workshop Kemitraan PAACLA Indonesia dan JTI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Sebagai bagian dari realisasi Rencana Aksi Kemitraan Tahun 2021 dalam penanggulangan pekerja anak di sektor pertanian, PAACLA Indonesia dan JTI menyelenggarakan workshop berbagi praktik baik dan memperkuat peran dalam menanggulangi pekerja anak di pertanian tembakau.  Workshop yang berlangsung satu hari di Surabaya menghadirkan perusahaan pemasok (Supplier) JTI, lembaga mitra KESEMPATAN, dan Konsultan ECLT. Sebanyak 6 perusahaan supplier JTI yang hadir adalah PT. ALLIANCE ONE INDONESIA (AOI) Surabaya, PT Indonesia Dwi Sembilan (IDS) Surabaya, PT Karya Dibya Mahardhika (KDM) Pasuruan, PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jember, PT Van Aroma Gunung Putri, Bogor, dan UNIVERSAL PT. TEMPU REJO Pakusari, JEMBER. Sementara itu mitra KESEMPATAN yang hadir adalah LPKP Jatim.

Sebelum pelaksanaan workshop tersebut, tim PAACLA Indonesia dan JTI telah melakukan serangkaian diskusi secara daring untuk mengidentifikasi topik-topik penting yang akan dibahas dan metode pelaksanan workshop. Harapannya, keluaran dari workshop akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi konkrit yang dapat dilakukan baik oleh masing-masing lembaga dan perusahaan, maupun sinergi program untuk menangani pekerja anak di sektor pertanian.

Secara umum kegiatan workshop satu hari ini dibagi dalam dua bagian, di mana pada setengah hari pertama adalah sesi untuk berbagi pengalaman dan praktik baik. Perwakilan perusahaan adalah  PT. UNIVERSAL TEMPU REJO Pakusari, membagikan pengalaman program dalam pencegahan pekerja anak di Jember yang menyasar pada kelompok anak dan para petaninya. Kegiatan pencegahan pekerja anak di perusahaan ULT merupakan salah satu bagian dari 7 pilar program Agricultural Labor Practices (ALP). Pada ALP Pilar pertama tentang Pekerja Anak, ULT memiliki lima program utama yaitu; 1) ALP Communication Mobile Vans, 2) Kids’ Day, 3) Children Playground, 4) School’s Attendance Cross Check, dan 5) CERIA (Child Labor Eradication in Tobacco Area).

Sharing session kedua dari Program KESEMPATAN mempromosikan pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan Desa Layak Anak sebagai pendekatan holistik penanggulangan pekerja anak. Program Kesempatan sebagai pilot projek untuk pencegahan pekerja anak di sektor tembakau, membagikan konsep yang dibangun pada desa-desa dampingan. Desa Layak Anak dikembangkan dengan mengedepankan kearifan lokal dan proses yang partisipatif. Oleh karenanya dalam proses awal pengembangan desa layak anak dilakukan pemetaan sosial yang melibatkan anak, keluarga, tokoh-tokoh masyarakat, dan pemerintahan desa. Ada 4 hal pokok yang dibangun dalam pengembangan desa layak anak yaitu Kebijakan Desa, Gugus Tugas Layak Anak, Forum Anak dan Pusat Kegiatan Masyarakat.

Setelah selesai sesi berbagi pengalaman dan praktik baik, agenda selanjutnya merupakan sesi diskusi dalam kelompok dan dilanjutkan dengan diskusi pleno untuk mengidentifikasi potensi kerjasama dalam penanggulangan pekerja anak.  Dalam diskusi ini ada tiga poin pertanyaan pokok yang harus dibahas dalam kelompok yaitu:

  1. Praktik-praktik dan pengalaman baik apa yang telah memberikan dampak dalam penanggulangan pekerja anak?
  2. Tantangan-tantangan apa yang dihadapi di lapangan dalam menanggulangi pekerja anak?
  3. Aksi strategis apa yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi pekerja anak, dan Sinergi apa yang bisa kita kembangkan untuk menghasilkan dampak yang lebih besar?

Belajar dari pengalaman program yang dilakukan perusahaan dan CSO, penting melibatkan anak dan petani dalam proses mensosialisasikan kebijakan yang berlaku agar terjadi peningkatan kesadaran diantara mereka. Pihak lain yang dinilai penting terlibat dalam program adalah Dinas Perkebunan dan Bappeda sebagai bagian pembuat kebijakan di daerah yang mendukung pelaksanaan program yang diinisiasi. Dengan mempertimbangkan tantangan sumberdaya/pendanaan , budaya dan koordinasi, seluruh peserta merekomendasikan agenda memperkuat dan memperluas stakeholders, koordinasi, peningkatan/ pelatihan untuk membangun kesadaran di petani, meningkatkan program-program layanan langsung kepada anak, dan advokasi regulasi.

Secara umum para penyelenggara dan peserta merasa puas dan sangat mengapresiasi terlaksananya workshop ini, karena selain meningkatkan kesamaan persepsi tentang isu pekerja anak, dan yang lebih penting lagi adanya agenda-agenda bersama yang dapat disinergikan ke depan dalam penanggulangan pekerja anak, baik koordinasi di tingkat region maupun program langsung di tingkat desa. Kegiatan ini dibuka dan ditutup oleh 2 orang perwakilan, mewakili perusahaan Mr. Chad Patterson (KDM) dan mewakili PAACLA Indonesia, Bapak Achmad Marzuki (Direktur JARAK).

Surabaya, 7 April 2021 (Seknas PAACLA Indonesia)