RAKOR PAACLA Indonesia 2021: Merancang Aksi, Peran dan Kontribusi PAACLA Indonesia untuk Penanggulangan Pekerja Anak

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

“Tahun 2021 dicanangkan sebagai Tahun Internasional Penghapusan Pekerja Anak pada tanggal 21 Januari 2021”, hal ini disampaikan oleh Achmad Marzuki saat memaparkan Capaian dan Tantangan PAACLA tahun 2020 pada acara pembukaan Rapat Koordinasi PAACLA Indonesia.  Kepada 48 peserta rapat koordinasi yang berasal dari Lembaga/Kementerian, Perusahaan dan Organisasi Masyarakat Sipil, disampaikan bahwa kemitraan yang telah berjalan ini telah mencapai empat hal penting dalam kelembagaan, keanggotaan, penguatan kapasitas, serta pengembangan pusat data dan informasi.

Rakor yang dilakukan pada hari Kamis, 18 Februari ini, bertujuan untuk mendiskusikan langkah aksi tahun 2021 yang dapat dilakukan secara kolaboratif. Dibuka oleh Direktur Ketenagakerjaan Bappenas, Ibu Mahatmi P. Saronto mendorong langkah semua pihak untuk membantu pencapaian Roadmap Indonesia Bebas Pekerja Anak yang tinggal 1 tahun lagi, ditambah tujuan SDG’S yang juga menjadi tujuan bersama di tahun 2025. Lebih lanjut, harapannya melalui kerjasama strategis antar pemangku kepentingan ini, akan tercipta kekuatan eksistensi kemitraan sebagai wujud kerjasama menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi anak -anak yang tinggal di wilayah pertanian.

Seknas PAACLA Indonesia mengajak peserta untuk membahas peran dan kontribusi yang konkrit dari masing-masing anggota PAACLA Indonesia untuk mengimplementasikan Rencana Aksi Penanggulangan Pekerja Anak tahun 2021. Terdapat enam tujuan yang ingin dicapai oleh Rencana Aksi 2021-2024: a) menguatkan kelembagaan, b) meningkatkan kesadaran dan pengetahuan petani, c) meningkatkan pengetahuan dan pengintegrasian standar perlindungan anak di sektor bisnis, d) meningkatkan program strategis pengurangan pekerja anak, e) mobilisasi sumber daya dan dukungan, f) membangun pengetahuan tentang penanggulangan pekerja anak.

Diskusi kali ini peserta memfokuskan untuk perencanaan di tahun 2021. Peserta dibagi dalam tiga kelompok dan secara pararel diskusi daring ini menjaring pendapat dan rencana kegiatan yang sudah ada. Beberapa kegiatan yang sifatnya sudah berjalan dan masih akan dilakukan seperti penarikan pekerja anak yang menjadi komitmen dari Kementerian Ketenagakerjaan dan pilot projek KESEMPATAN atas dukungan ECLT di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur. Diskusi awal untuk melakukan rancangan pilot projek kebun sawit bebas pekerja anak juga sudah dilakukan Kemnaker dan GAPKI.

Upaya anggota PAACLA Indonesia ini diharapkan bisa dari sisi CSO, peluang untuk melakukan kegiatan pendidikan alternatif untuk pekerja anak akan terus dikembangkan. Belajar dari beberapa anggota yang sudah melakukan pendampingan pekerja anak, bisa menjadi model untuk direplikasi di wilayah lain dan dilakukan berbagai pihak.

Berdasarkan masukan dari peserta, secara prinsip anggota PAACLA Indonesia akan ambil bagian dalam pelaksanaan rencana aksi, namun secara teknis untuk melihat dukungan konkrit Peran dan Kontribusi Anggota PAACLA, masing-masing anggota perlu mendiskusikan di tngkat internal lembaga/ perusahaan.   Diskusi daring kali ini menjadi awalan PAACLA Indonesia di tahun 2021 untuk berbagi peran dan turut memberikan dampak nyata terutama karena Indonesia masih menghadapi tantangan pandemi yang diperkirakan menambah angka pekerja anak.

Di akhir diskusi, Seknas PAACLA berharap rencana kerja yang dikontribusikan dari anggota PAACLA Indonesia ini dapat menjadi kekuatan dalam implementasi pengurangan pekerja anak yang saat ini makin berat dengan adanya tantangan pandemi. Merefleksi sinergitas anggota PAACLA yang telah terbangun, Achmad Marzuki mengingatkan untuk terus solid memaksimalkan jangkauan pekerja anak agar mereka mendapat penghidupan yang lebih layak. (Tim Media PAACLA)