Menguatkan Peran Kemitraan dalam Mendorong Bisnis Ramah Anak melalui Laporan Keberlanjutan
16 December 2025
PAACLA Indonesia Perkuat Sinergi dengan Binariksa Kemnaker untuk Dukung Implementasi Proyek ACCLAIM Extension 2026
16 January 2026
Menguatkan Peran Kemitraan dalam Mendorong Bisnis Ramah Anak melalui Laporan Keberlanjutan
16 December 2025
PAACLA Indonesia Perkuat Sinergi dengan Binariksa Kemnaker untuk Dukung Implementasi Proyek ACCLAIM Extension 2026
16 January 2026

Kemeriahan Lomba Fashion Show Daur Ulang dan Seni Tari antar Desa SPRPA Jember

KABUPATEN JEMBER – Semangat pelestarian lingkungan dan kampanye pemenuhan hak anak bergema kuat di Kabupaten Jember melalui rangkaian kegiatan yang inspiratif. Menutup akhir tahun 2025, empat desa yang tergabung dalam Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak (SPRPA) Desa Kesilir, Wringintelu, Patempuran, dan Sukoreno menggelar ajang kreativitas luar biasa: Lomba Fashion Show Daur Ulang dan Lomba Tari.

Pesona Limbah di Atas Catwalk Wringintelu

Minggu, 21 Desember 2025, Balai Desa Wringintelu berubah menjadi panggung busana yang memukau. Sebanyak 12 model cilik mewakili empat desa bersaing menunjukkan bahwa barang bekas bukan berarti sampah yang tak berguna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi anak untuk mengekspresikan kreativitas, menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan kepercayaan diri dan kesadaran akan hak-hak anak.

Setiap peserta diberikan waktu tampil selama lima menit, sementara penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain penggunaan bahan dasar daur ulang, kreativitas dan orisinalitas, keahlian teknis, presentasi dan penampilan, serta pesan yang disampaikan. Penilaian dilakukan oleh dua juri, yakni dr. Hj. Siti Nurul Qomariyah, M.Kes, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, serta Gea Rara Ayu Harimbi, S.S., M.Li., Penyiar RRI Jember.

Lebih dari sekadar estetika, tim juri juga menilai aspek keberlanjutan, inovasi, fungsi kenyamanan dan keamanan kostum, pesan lingkungan, serta etika produksi, termasuk komitmen untuk tidak menggunakan material yang melanggar prinsip animal welfare.

Kegiatan ini berjalan lancar berkat kolaborasi yang solid antara Tim Program SPRPA Kabupaten Jember dan Pemerintah Desa Wringintelu. Program SPRPA mendukung pembiayaan konsumsi, bahan bakar kendaraan, serta hadiah bagi para pemenang, sementara Pemerintah Desa Wringintelu menyediakan tempat kegiatan, dekorasi, sound system, piala, dan sertifikat.

Sebanyak 100 orang hadir dalam kegiatan ini, terdiri atas anak-anak peserta, Forum Anak Desa (FAD), GTDLA/SPRPA, fasilitator desa dan kabupaten, perangkat desa, kepala desa dan sekretaris desa dari Kesilir dan Wringintelu, Ketua PKK, Babinsa, Babinkamtibmas, orang tua anak, hingga mahasiswa KKN FKM UNEJ.

Para Pemenang Lomba Fashion Show Berbahan Daur Ulang

Berdasarkan hasil penilaian, tim juri menetapkan para pemenang sebagai berikut:

  • Juara 1 diraih oleh Zhia (FAD Kesilir) dengan skor 280, melalui kostum berbahan botol plastik bekas yang diproses selama lima hari. Karya ini menampilkan gaun bernilai estetika tinggi dengan pesan kuat “Bersih Lingkunganku, Sehat Bumiku”, membuktikan bahwa limbah plastik dapat disulap menjadi karya yang bernilai.

Model: Zhia dari FAD Junior Kesilir menggunakan kostum berbahan dasar
botol plastik bekas (Juara 1)

  • Juara 2 diraih oleh Kayla (FAD Kesilir) dengan skor 265, melalui kostum berbahan koran bekas yang didesain secara elegan dan estetik. Dalam waktu tiga hari, bahan yang sering dianggap sampah ini diolah menjadi busana mewah yang menyampaikan pesan bahwa daur ulang adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Model: Kaila dari FAD Kesilir menggunakan kostum berbahan dasar
koran bekas (Juara 2)

  • Juara 3 diraih oleh Indah (FAD Sukoreno) dengan skor 240, melalui kostum berbahan karung goni bertema “The Jute Earth Princess”. Tema ini melambangkan perjuangan anak hebat yang tumbuh dari kesederhanaan, dekat dengan alam, namun memiliki tekad kuat untuk menggapai masa depan.

Model: Indah dari FAD Sukoreno menggunakan kostum berbahan dasar
 karung goni (Juara 3)

Sementara itu, Harapan 1 diraih oleh Dera (FAD Wringintelu), Harapan 2 oleh Warda Fitri (FAD Sukoreno) dengan tema “Blooming Red Rose” yang mempersembahkan sebuah karya fashion daur ulang berbahan kresek bekas, yang dikenakan oleh Siti Wardatus Sholeha, siswi kelas 11 SMAN Plus Sukowono. Warda merupakan anak sasaran kelompok rentan dari Desa Sukoreno, yang aktif mengikuti kegiatan bimbingan belajar di PKM 3, handycraft di PKM 1 Grugul, serta menjadi anggota aktif FAD Sukoreno. Kostum ini mengusung tema “Blooming Red Rose” yang melambangkan perjuangan anak yang tumbuh dan berkembang di tengah keterbatasan, namun tetap memiliki semangat kuat untuk menggapai cita-cita. Seperti bunga mawar yang mekar dengan indah meski berasal dari batang berduri, anak hebat mampu bangkit, bertahan, dan terus bermimpi meski menghadapi berbagai tantangan hidup.

Di posisi Harapan 3 oleh Rista (FAD Patempuran) melalui kostum bertema “Dryad Jungle Lova” yang memadukan berbagai bahan daur ulang seperti banner, karung, botol bekas, hingga kain sofa bekas, dengan narasi kuat tentang perlindungan hutan dan alam.

Pesan edukasi Hak Anak dan Tumbuh Kembang Anak dari FAD Wringintelu

Kegiatan fashion show ini juga diselingi dengan penyampaian pesan edukasi tentang Hak Anak dan Tumbuh Kembang Anak oleh FAD Wringintelu, serta pembacaan hasil konsultasi anak yang pada bulan November lalu dilaksanakan di Lombok, NTB oleh perwakilan FAD dari keempat desa.

Penyampaian hasil konsultasi anak forum anak di Lombok dibacakan oleh Rama (FAD Kesilir), Ega ( FAD Wringintelu), Rista (FAD Patempuran), dan Iqbal (FAD Sukoreno)

Berfoto bersama Juara 1 FAD Kesilir, Juara 2 FAD Kesilir, Juara 3 FAD Sukoreno, Harapan 1 FAD Wringintelu, Harapan 2 FAD Sukoreno, dan Harapan 3 FAD Patempuran Lomba Fashion Show Berbahan Daur Ulang dengan Kepala Desa Wringintelu dan tim juri

Lomba Tari Antar 4 Desa SPRPA: Ruang Ekspresi dan Pelestarian Budaya

Rangkaian kegiatan SPRPA dilanjutkan dengan Lomba Tari Antar 4 Desa SPRPA yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Desember 2025 di Desa Kesilir. Lomba ini diikuti oleh anak-anak dari empat desa SPRPA, dengan kategori peserta beregu minimal tiga anak per desa. Setiap desa menampilkan tiga tarian, baik tari tradisional maupun tari kreasi, dengan peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pembawa acara dari FAD Kesilir membacakan susunan acara Lomba Tari 4 Desa SPRPA

Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama dalam seni tari, yaitu wiraga (teknik dan kualitas gerak), wirama (keselarasan gerak dengan irama musik), dan wirupa (penampilan visual yang mencakup busana, tata rias, properti, dan panggung). Dua juri yang menilai lomba ini adalah Larasati dari PERWOSI Kabupaten Jember dan Bella Septina S., S.Pd., guru seni tari di Kabupaten Jember.

Kegiatan ini kembali menunjukkan kolaborasi yang baik antara Tim Program SPRPA Kabupaten Jember dan Pemerintah Desa Kesilir, dengan dukungan fasilitas dari desa serta pembiayaan kegiatan dan hadiah oleh program.

Salah satu anak dari FAD Kesilir membacakan puisi tentang
ajakan pencegahan pekerja anak

Para Pemenang Lomba Tari

Tim juri mengumumkan para pemenang Lomba Tari 4 Desa SPRPA

Berdasarkan hasil penilaian juri, ditetapkan para pemenang sebagai berikut:

  • Juara 1: Tari Milu Sarju dari FAD Kesilir (skor 170), yang menampilkan tarian kreasi modern penuh ungkapan syukur, kegembiraan, dan kebersamaan.
  • Juara 2: Tari Menjeng dari FAD Patempuran (skor 168), tarian tradisional Banyuwangi yang menggambarkan dinamika remaja perempuan yang lincah dan ceria.
  • Juara 3: Tari Raos Sigrag dari FAD Patempuran (skor 166), tarian kreasi yang menonjolkan semangat keceriaan dan kebersamaan anak-anak di era modern.

Adapun kategori harapan diraih oleh Tari Gandrung dan Tari Gendewa dari FAD Kesilir, serta Tari Kembang Goyang dari FAD Sukoreno.

Kegiatan lomba tari juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi ajakan pencegahan pekerja anak oleh salah satu anak FAD Kesilir, serta sesi foto bersama para pemenang, tim juri, dan Kepala Desa Kesilir.

Penutup

Berfoto bersama Juara 1 FAD Kesilir, Juara 2 FAD Patempuran, Juara 3 FAD Patempuran, Harapan 1 FAD Kesilir, Harapan 2 FAD Kesilir, dan Harapan 3 FAD Sukoreno
Lomba Tari dengan Kepala Desa Kesilir

Melalui lomba fashion show berbahan daur ulang dan lomba tari ini, Program SPRPA Kabupaten Jember tidak hanya menghadirkan ruang kreativitas bagi anak, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan, pelestarian budaya, serta penguatan peran anak sebagai agen perubahan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara program, pemerintah desa, dan komunitas, anak-anak dapat tumbuh, berekspresi, dan berkembang dalam lingkungan yang aman, mendukung, dan berkelanjutan.

Kontributor: Dony Wijayanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *