Merumuskan Arah Keberlanjutan: Workshop Perumusan Model Bisnis PAACLA Indonesia
12 December 2025
Kemeriahan Lomba Fashion Show Daur Ulang dan Seni Tari antar Desa SPRPA Jember
30 December 2025
Merumuskan Arah Keberlanjutan: Workshop Perumusan Model Bisnis PAACLA Indonesia
12 December 2025
Kemeriahan Lomba Fashion Show Daur Ulang dan Seni Tari antar Desa SPRPA Jember
30 December 2025

Menguatkan Peran Kemitraan dalam Mendorong Bisnis Ramah Anak melalui Laporan Keberlanjutan

Komitmen dunia usaha dalam menghormati hak anak dan mencegah praktik pekerja anak di sektor pertanian tidak cukup berhenti pada pernyataan kebijakan semata. Diperlukan sistem pelaporan yang transparan, akuntabel, dan mampu mendorong perubahan nyata di sepanjang rantai pasok. Dalam konteks inilah, Laporan Keberlanjutan Bisnis terkait Hak Anak dan Pekerja Anak menjadi instrumen strategis — bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan alat penggerak perbaikan sistemik yang berkelanjutan.

Pada 11 Desember 2025, Sekretariat Nasional PAACLA Indonesia menyelenggarakan pelatihan penguatan kapasitas yang berfokus pada integrasi isu hak anak dan pekerja anak dalam sustainability reporting. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran PAACLA Indonesia sebagai platform kemitraan yang mendorong praktik bisnis bertanggung jawab di sektor pertanian.

Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai keterkaitan antara pelaporan keberlanjutan, prinsip Business and Human Rights (BHR), serta isu hak anak sebagai elemen penting dalam dimensi Environmental, Social, and Governance (ESG). Peserta diajak melihat bahwa isu pekerja anak tidak berdiri sendiri, melainkan beririsan erat dengan tata kelola perusahaan, perlindungan hak asasi manusia, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan komunitas di wilayah produksi.

Melalui pendekatan konseptual dan studi praktik, pelatihan ini memperkuat perspektif bahwa laporan keberlanjutan seharusnya mampu menjelaskan lebih dari sekadar klaim “bebas pekerja anak”. Laporan yang berkualitas perlu menguraikan bagaimana risiko diidentifikasi dan dicegah, bagaimana mekanisme penanganan kasus dijalankan, serta bagaimana dampak positif dirasakan oleh anak, keluarga, dan komunitas. Dengan demikian, pelaporan menjadi alat refleksi dan perbaikan berkelanjutan bagi pelaku usaha.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Sekretariat Nasional PAACLA Indonesia, unsur pemerintah, serta mitra pendukung, dan difasilitasi oleh Global Reporting Initiative (GRI). Fasilitator menghadirkan kerangka kerja global pelaporan keberlanjutan sekaligus mendorong diskusi interaktif berbasis pengalaman lapangan. Peserta tidak hanya memahami standar, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan secara kontekstual dalam rantai pasok pertanian di Indonesia.

Bagi PAACLA Indonesia, penguatan kapasitas ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan peran dalam pendampingan mitra usaha, membangun dialog kebijakan yang konstruktif, serta mengadvokasi praktik bisnis yang lebih ramah anak dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang semakin solid, PAACLA Indonesia diharapkan mampu menjadi penghubung strategis antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong sistem perlindungan anak yang lebih kuat di sektor pertanian.

Ke depan, inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkaya kapasitas internal organisasi, tetapi juga memperluas dampak kolektif kemitraan dalam menciptakan rantai pasok pertanian yang transparan, bertanggung jawab, dan berpihak pada hak dan masa depan anak-anak Indonesia.

Kontributor: Mia Melinda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *