Kemeriahan Lomba Fashion Show Daur Ulang dan Seni Tari antar Desa SPRPA Jember
30 December 2025
PAACLA Indonesia Lakukan Koordinasi dan Konsultasi dengan Bappenas Terkait Pelaksanaan Proyek ACCLAIM 2026
19 January 2026
Kemeriahan Lomba Fashion Show Daur Ulang dan Seni Tari antar Desa SPRPA Jember
30 December 2025
PAACLA Indonesia Lakukan Koordinasi dan Konsultasi dengan Bappenas Terkait Pelaksanaan Proyek ACCLAIM 2026
19 January 2026

PAACLA Indonesia Perkuat Sinergi dengan Binariksa Kemnaker untuk Dukung Implementasi Proyek ACCLAIM Extension 2026

Jakarta, Rabu (14/1/2026) — PAACLA Indonesia melakukan kegiatan koordinasi dan konsultasi dengan Direktorat Binariksa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebagai bagian dari persiapan keberlanjutan Proyek ACCLAIM periode 2026. Pertemuan ini membahas capaian implementasi proyek ACCLAIM tahun 2023–2025 sekaligus strategi penguatan pada fase lanjutan melalui skema ACCLAIM Extension.

Proyek ACCLAIM Extension dirancang sebagai upaya scale up dari capaian sebelumnya, dengan fokus utama pada penguatan di tiga level: pemerintah nasional, kelembagaan PAACLA Indonesia, serta penguatan implementasi di tingkat desa. Salah satu output utama dalam fase lanjutan ini adalah peningkatan kapasitas 630 pengawas ketenagakerjaan dalam pemantauan pekerja anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 pengawas akan mendapat dukungan langsung untuk melakukan pemantauan di rantai pasok, sementara 600 pengawas lainnya akan mengikuti pelatihan secara virtual yang dibagi ke dalam dua batch.

Modul pelatihan akan disusun secara kolaboratif oleh International Labour Organization (ILO), Kementerian Ketenagakerjaan, dan PAACLA Indonesia. Oleh karena itu, melalui forum konsultasi ini, PAACLA Indonesia mengharapkan dukungan aktif dari Kemnaker, khususnya Direktorat Binariksa, agar program penguatan kapasitas pengawas ketenagakerjaan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Pertemuan yang dilakukan di ruang rapat Direktorat Binariksa juga dihadiri oleh perwakilan ILO Indonesia dan Timor-Leste yang memaparkan perkembangan program REALGAINS, sebuah inisiatif yang turut bekerja sama dengan PAACLA Indonesia. Dede Shinta dari ILO menyampaikan bahwa salah satu outcome utama program REALGAINS adalah penguatan penanggulangan pekerja anak di tingkat nasional melalui penyusunan Roadmap, pembentukan Sekretariat P3A, serta penguatan sistem Child Labour Monitoring and Remediation System (CLMRS).

Selain isu pekerja anak, program REALGAINS juga mengembangkan dua isu strategis lainnya, yaitu perlindungan pekerja perempuan terkait pelecehan dan kekerasan seksual, serta penyusunan program bersama Kemnaker berdasarkan kebutuhan dan karakteristik wilayah intervensi. Lokasi program REALGAINS yang bersinergi dengan PAACLA Indonesia saat ini berada di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Andi Akbar, Kepala Sekretariat Nasional PAACLA Indonesia, menyampaikan rencana aksi PAACLA ke depan. Salah satu inisiatif yang tengah dikembangkan adalah penyusunan tools pendukung pembuatan sustainability report bagi pelaku usaha, yang diharapkan dapat dikolaborasikan bersama Direktorat Binariksa Kemnaker. Selain itu, PAACLA Indonesia juga mulai mempersiapkan pelaksanaan PAACLA Award 2026, yang direncanakan berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak pada Juni 2026.

Menanggapi paparan tersebut, Direktur Binariksa Kemnaker, Bapak Rinaldi Umar, menyatakan dukungannya terhadap berbagai inisiatif PAACLA Indonesia. Ia menilai sejumlah aktivitas memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan lebih lanjut. Bapak Rinaldi juga menanggapi usulan dari PAACLA Indonesia untuk menyoroti perlunya kajian ulang terhadap regulasi, khususnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan yang mengatur batasan usia pekerja anak. Ia menekankan bahwa pengaturan terkait anak usia 14–15 tahun, terutama dalam konteks penggunaan alat tajam di sektor tertentu, masih bersifat situasional dan membutuhkan pendekatan yang seimbang antara kebutuhan regenerasi dan regulasi.

Melalui koordinasi dan konsultasi ini, PAACLA Indonesia optimistis bahwa kolaborasi multipihak dengan Kemnaker dan juga ILO akan semakin memperkuat upaya nasional dalam pencegahan dan penanggulangan pekerja anak, khususnya di sektor pertanian dan rantai pasok.

Kontributor: Mia Melinda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *