Petani Belajar Tentang Pekerja Anak (Sebuah Pendekatan untuk Penanggulangan Pekerja Anak di Sektor Pertanian)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Implementasi Program KESEMPATAN di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan cakupan 4 desa di NTB dan dan 8 desa di Jawa Timur sudah berjalan satu tahun. Sebagai upaya memperluas informasi dan mendukung penanggulangan pekerja anak di desa, projek melakukan proses peningkatan pengetahuan bagi kelompok petani.

Mitra kerja Program KESEMPATAN, LPKP Jatim dan SANTAI NTB menyelenggarakan pelatihan mengenai pekerjaan berbahaya bagi anak di sektor pertanian. Dengan melibatkan perwakilan petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani, mitra kerja memberikan penguatan informasi mengenai pekerjaan-pekerjaan berbahaya bagi anak di sektor pertanian. Materi yang disampaikan para fasilitator mengenai apa yang disebut dengan pekerja anak dilakukan dengan brainstorming untuk mengetahui sejauhmana pemahaman para peserta tentang istilah itu. Sebuah istilah yang sering disamakan penggunaannya dengan anak bekerja.

Pengetahuan dasar mengenai hak anak, perlindungan anak, norma perburuhan anak, bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak menjadi kunci pemahaman yang disampaikan agar peserta memahami batas usia anak dan tidak ragu menjawab “siapa anak” itu. Diskusi awal yang menarik mewarnai sesi pelatihan karena peserta menyampaikan beberapa fakta yang terjadi di desa tentang anak, misal tentang usia anak yang dikenal oleh masyarakat, definisi anak menurut mereka dan persoalan anak di desa.

Proses pelatihan ini mendorong peserta untuk menemukan dan mengenali pekerjaan di sektor tembakau. Dalam sesi ini mereka diajak untuk melihat tahapan pekerjaan di pertanian tembakau, tahapan-tahapan yang melibatkan anak serta potensi bahaya dan dan risiko yang muncul dalam tahapan yang melibatkan anak. Sesi ini mendorong mereka untuk peka akan perlindungan untuk anak, seperti yang telah disampaikan dalam materi sebelumnya. Pembahasan materi yang reflektif  karena para peserta mampu menyebutkan bentuk risiko-risiko dalam pekerjaan berdasarkan pengalaman selama ini.

Program KESEMPATAN memang masih akan berlangsung sampai dua tahun mendatang, tetapi sudah saatnya para petani juga dilibatkan dalam penyebaran informasi agar proses penyadaran itu makin lama makin kuat dan mereka jadi tokoh kunci pencegahan pekerja anak di desa.

                                             Peserta menyampaikan hasil diskusi kelompok (Pelatihan di Jatim)