“Memperkuat Sinergi, Memperluas Aksi Penanggulangan Pekerja Anak Di Sektor Pertanian”

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Rapat Kerja Anggota PAACLA Indonesia

Jakarta, 5/10/2020,  Seknas PAACLA Indonesia menyelenggarakan rapat kerja secara daring untuk membahas draf rencana kerja  selama empat tahun (Periode 2021-2024) dan draf Tim Kerja untuk Aksi Penanggulangan Pekerja Anak di Sektor Pertanian.

Pertemuan dibuka oleh Ibu Mahatmi P. Soronto (Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja-Bappenas) selaku koordinator PAACLA Indonesia. Selaras dengan upaya mengejar Indonesia Bebas Pekerja Anak, beliau menegaskan pentingnya keterlibatan multipihak dalam mengatasi permasalahan tersebut, terutama situasi yang semakin sulit sebagai dampak pandemi Covid-19. Tantangannya akan semakin besar, karena potensi kemiskinan baru akan meningkat, oleh karena itu sinergi melalui PAACLA Indonesia menjadi strategis untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.

Kegiatan ini dihadiri 49 orang anggota PAACLA Indonesia dari tiga sektor, yakni sektor Pemerintah, hadir 4 Kementerian, dari sektor bisnis dihadiri 12 perusahaan (Tembakau dan Kelapa Sawit) dan sektor Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dihadiri 9 organisasi. Sebelumnya, sambutan dari JARAK selaku host rapat, disampaikan oleh Bapak Achmad Marzuki (Direktur Eksekutif JARAK). Marzuki dalam sambutannya mengapresiasi para anggota PAACLA Indonesia yang telah berkomitmen bergabung dan meluangkan waktu untuk membahas rencana kerja bersama ini.  Marzuki juga menyampaikan beberapa perkembangan PAACLA Indonesia baik program di tingkat komunitas/desa, maupun koordinasi dengan multistakeholders, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Melengkapi sesi pembukaan, sebelum dimulainya pembahasan rencana kerja, peserta rapat kerja mendapatkan pencerahan dari Bapak Aditya Warman selaku Vice President, Indonesia Global Compact Network (IGCN). Dalam paparannya, Aditya Warman mengharapkan forum PAACLA Indonesia bisa merumuskan aksi-aksi nyata membangun learning system yang sesuai dengan habituasi anak dan keluarga. Dalam praksisnya diperlukan suatu pendekatan holistik yang dapat menggugah kesadaran anak dan orangtua melalui dialog dan curah pendapat.  Sehingga pemahaman pada isu proteksi dan pemberdayaan pekerja anak tidak tumbuh melalui dogmatis, melainkan kesadaran yang terarah sesuai habituasinya.

Setelah pembukaan, pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan draf rencana kerja dan draf Tim Kerja oleh Misran Lubis selaku Kepala Seknas PAACLA Indonesia, dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk masing-masing sektor guna memberikan masukan, melihat kontribusi peran dan keterlibatannya bagi PAACLA Indonesia.

Dalam sesi diskusi kelompok, peserta rapat dikelompokkan sesuai sektor dan  dipandu oleh fasilitator. Ibu Sri Roshidayati (Bappenas) memfasilitasi di sektor Pemerintah, Bapak Agung Kiswara (AOI) berada di sektor bisnis, dan Bapak Bapak Anwar Solihin (LPKP Jatim) memandu di sektor OMS.

Diskusi pleno sebagai akhir pertemuan mendengarkan masukan dari tiga kelompok. Kelompok Pemerintah menyampaikan diskusi yang berkembang dalam kelompok, di mana PAACLA Indonesia dapat menjalin kemitraan bersama K/L terkait seperti Kementerian Desa PDTT. Menurutnya, program PAACLA Indonesia telah sesuai dengan SDGs Desa dan dapat difokuskan pada penanggulangan pekerja anak atau bisa melalui pemberdayaan keluarga di desa. Begitupun pada sektor bisnis, perlu ditingkatkannya koordinasi bersama perusahaan agar dapat memetakan wilayah perusahan yang dapat dijadikan fokus kegiatan PAACLA Indonesia. Menutup refleksi dari ulasan OMS yang menyebutkan bahwa diperlukan kemitraan tidak hanya tingkat Pemerintah Pusat dan Daerah (Kabupaten/Kota), bahkan dapat menjangkau hingga level Pemerintah Desa. Hal ini guna memperluas kebermanfaatan program yang diperoleh kelompok sasaran.

Sebagai penghujung kegiatan, Ibu Sri Roshidayati (Direktorat Pendukung Pasar Kerja-Bappenas) menyampaikan bahwa rencana kerja ini masih dapat diberi masukan agar nantinya dapat dirumuskan oleh tim Seknas PAACLA Indonesia. Beliau memberi apresiasi atas diskusi kelompok, menurutnya sumbangsih ide ini sangat membantu PAACLA Indonesia dan pihak terkait dalam berkontribusi mewujudkan pencapaian Indonesia Bebas Pekerja Anak. (ptr)